Masalah Hotel, PB PON yang Atur

Yunus Wonda (gamel/ cepos

PB PON Tegaskan Tidak Ada Boking-boking Hotel

“Tidak ada satupun provinsi yang bisa booking, kita akan atur tempat tinggal atlet per cabang olahraga, sehingga semua bisa mendapat tempat tinggal,”Yunus Wonda

JAYAPURA – Ketua Harian Pengurus Besar  Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX 2020 Papua, Yunus Wonda, menegaskan untuk seluruh akomodasi akan diatur oleh PB PON. Sehingga ia meminta kepada seluruh kontingen untuk menyerahkan seluruh akomodasi kepada panitia PB PON.

Menurut mantan Ketua DPRP Provinsi Papua itu, saat ini ada beberapa kontingen yang telah melakukan pemetaan, bahkan telah melakukan DP kepada beberapa hotel di empat kluster penyelenggaraan event olahraga empat tahunan tersebut.

“Untuk hotel, semua akan diatur oleh PB PON, sehingga tidak ada satupun provinsi yang bisa booking, kita akan atur tempat tinggal atlet per cabang olahraga, sehingga semua bisa mendapat tempat tinggal, Kami di Papua akomodasi masih terbatas, sehingga kalau KONI dari 34 provinsi langsung yang atur sendiri nanti bisa-bisa ada provinsi lain yang tidak dapat hotel atau tempat tinggal,” ujar Yunus Wonda kepada awak media saat ditemui di sela-sela penutupan CdM meeting PON XX, Jumat (14/2) siang kemarin.

Bahkan Yunus Wonda berharap agar setiap daerah peserta PON yang telah melakukan booking hotel agar segera menarik uangnya, karena sejatinya semua hal yang berkaitan dengan akomodasi PON telah diatur oleh PB PON.

“Kami minta kepada KONI provinsi lain yang sudah booking hotel di Papua untuk segera tarik kembali uangnya, karena semua akomodasi akan diatur oleh PB PON,” ujarnya.

Menurutnya, akomodasi, transportasi lokal maupun konsumsi gratis bagi seluruh peserta PON  Papua.

“Dengan demikian peserta PON jangan takut, karena kami orang Papua kalau sudah bilang gratis, tentu semua gratis,” katanya.

Dalam CdM meeting juga, semua perwakilan menolak 10 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di luar Papua. Sementara itu terkait 10 cabang olahraga, semua sepakat PON hanya dilaksanakan di Papua dengan mempertandingkan 37.

“Nanti di PON berikutnya baru dua provinsi, sekarang hanya PON di Papua,”  tandanya. (Eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *