Ganja Asal PNG, Tersangka Ngaku Pertama Kali Edar

Kapolres Merauke AKBP Agustinus Ary  Purwanto, SIK didampingi Kasubag Humas Kompol Suhardi dan Kasat  Narkoba AKP Subur Hartono saat menggelar  jumlah  pers terkait penangkapan  tersangka (menggunakan baju orange) Narkoba jenis ganja, di Mapolres Merauke, Kamis (13/2). (Sulo/Cepos)

MERAUKE- Satuan  Narkoba  Polres Merauke  terus mendalami  penangkapan terhadap  pengedar  Narkoba jenis ganja kering di   Merauke berinisial  PK alias Pilip (20).  Kapolres  Merauke  AKBP Agustinus Ary Purwanto, SIK  melalui  Kasubag Humas Kompol Suhardi  ditemui  media  ini mengungkapkan bahwa  dari pemeriksaan yang dilakukan terungkap   jika   ganja   yang diedarkan      tersangka  tersebut  berasal dari  PNG.

  “Dari pengakuan  tersangka, jika   ganja itu diberikan  oleh  keluarganya yang ada di PNG  untuk diedarkan  di Merauke,’’   kata  Kasubag Humas.

  Selain itu, tersangka  juga mengaku  jika  yang bersangkutan  baru pertama kalinya  mengedarkan ganja   kering tersebut. “Total      ganja yang diedarkan  tersangka sebanyak   30 paket.  Sebanyak 21  paket telah  terjual dengan harga Rp 100 ribu setiap paketnya. Sementara yang   berhasil  kita sita dari  tersangka sebanyak  9 paket,’’ jelasnya.

   Kasubag Humas menjelaskan bahwa dari pemeriksaan   urine  tersangka,   hasilnya negatif.  Artinya,  tersangka   tidak ikut memakai   Narkotika   ganja kering  tersebut.     Sebagaimana diketahui, tersangka  PK berhasil diringkus di rumahnya, Jalan Natuna, Kelurahan  Karang Indah  Merauke   tepat HUT Kota Merauke ke-118  12 Februari  2020 sekitar  pukul 14.30 WIT.

  Saat   itu, tersangka sedang melakukan transaksi   jual beli dengan  seseorang, namun mengetahui   adanya aparat  kepolisian yang  sedang mengawasi,   pembeli  tersebut  kabur terlebih dahulu. Sehingga Satuan Narkoba hanya   berhasil menangkap tersangka dengan barang bukti  9 paket  ganja kering dengan  berat 7,14 gram dan uang tunai sebesar Rp 650 ribu hasil  transaksi.    Ganja  yang diedarkan tersebut ada di rumah  tersangka sejak  7 Januari  2020 lalu. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *