Bupati: Anggarkan Dana Desa Untuk Penanganan Stunting! 

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi saat memberikan vitamin kepada anak -anak di Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya. Denny/ Cepos

WAMENA–Bupati Jayawijaya  Jhon Richard Banua meminta kepada kepala kampung untuk berperan aktif dalam membiayai program penanganan stunting dengan menggunakan dana desa. Pemkab akan mengawal program ini hingga pencapaiannya di kampung itu terlihat..

  “Kita tunjuk beberapa kampung untuk diawasi ketat.  Dan itu sudah ada capaiannya, seperti   di Welesi yang sudah berjalan dengan baik.”ungkap Bupati Jhon Banua saat  melaunching pencegahan stunting dan gizi buruk di Distrik Welesi Jumat (14/2).

  Bupati juga mengaku   ada beberapa yang di luar dari target ini, dan pihaknya membentuk tim untuk mempercepat penanganan stunting dengan gizi buruk. Sebab, ada data beberapa Distrik yang  belum bagus sehingga bagaimana dalam  90 hari kerja ini pemerintah melalui Dinas Kesehatan bisa  memberikan tambahan gizi yang baik.

  Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya dr. Willy Mambieuw, S.pB mengaku pihaknya telah menaikkan data  untuk program stunting dan gizi buruk.  “Kalau gizi buruk itu termasuk di dalamnya yang menentukan stunting. Jadi salah satu faktor/indikatornya itu gizi buruk. Selain yang lain seperti air bersih, perumahan. gizi buruk itu penunjang juga untuk terjadinya stunting.”bebernya

   Sementara terkait stunting itu baru tahun kemarin 2019 baru  masuk direncana aksi daerah (RAD),  sehingga masing-masing SKPD yang membantu untuk penangggulangan stunting. nanti pada tahun 2020 ini baru  dimulai aksi sehingga pada tahun lalu belum lihat.

   Untuk penanganan stunting dan gizi buruk ini, pihaknya juga mendapat bantuan

Program Makanan Tambahan (PMT) dari Kemenkes yang didistribusikan ke puskeemas. “Dari puskesmas distribusi ke lokasi masing-masing, dan juga ada tim yang diturunkan untuk melihat masalah ini.”ungkapnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *