Yakin Lulusan Stikom Mampu Bersaing di Era Revolusi 4.0

Ketua Stikom Muhammadiyah Jayapura, Dr. Muhammad Nur Jaya, Ir, M.Si, mengeser kucir dari salah satu wisudawan Stikom Muhammadiyah Jayapura di Hotel @Hom Jalan Tanah Hitam Kamis (13/2) kemarin.Yewen/Cepos

JAYAPURA- Ketua Stikom Muhammadiyah Jayapura, Dr. Muhammad Nur Jaya, Ir, M.Si mengatakan, selama ini pihaknya telah melakukan reformasi dibidang kurikulum, dimana sudah banyak mata kuliah yang dirubah untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi saat ini di Stikom Muhammadiyah Jayapura.

“Sudah banyak mata kuliah yang kita rubah menjadi mata kuliah yang berbasis teknologi informasi dan digital,” katanya kepada wartawan, usai Rapat Senat Terbuka Wisuda Stikom Muhammadiyah Jayapura yang berlangsung di Hotel @Hom Jalan Abe Pantai Tanah Hitam Kamkey Distrik Abepura Kota Jayapura, Kamis (13/2).

Dengan adanya perubahan mata kuliah diera revolusi 4.0 ini, maka Nur Jaya berharap, kedepan para mahasiswa yang ada di Stikom Muhammadiyah Jayapura bisa bersaing dengan sekolah tinggi dan universitas yang ada di Papua dan di luar Papua. “Kedepan para mahasiswa dan lulusan kita akan mampu bersaing di era revolusi 4.0 di Papua maupun secara umum di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, M.H melalui Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kesejahteraan Sosial dan Sumber Daya Manusia (SDM), Any Rumbiak mengatakan, sejak tahun 2001 Stikom Muhammadiyah Jayapura berkiprah di tanah Papua telah ikut berperan aktif dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM), terutama di bidang komunikasi yang tersebar di seluruh tanah Papua.

Any berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar tidak memberikan beban terhadap pemerintah, apalagi menyalahi pemerintah karena tidak adanya lapangan pekerjaan, tetapi mampu memiliki kreativitas untuk membangun lapangan pekerjaan yang baru. “Saya ingatkan tidak perlu menjadi pegawai negeri, tetapi mendukung pemerintah untuk menciptkan lapangan pekerjaan,” ucapnya.

Mewakili para wisudawan dan wisudawati, Gaza Nea Torrey, S.I.Kom, salah satu wisudawati mengungkapkan, pihaknya ibarat besi dimana telah ditempa 4 tahun dan kini menjadi pedang yang siap digunakan dalam kehidupan masyarakat. Artinya dapat berguna bagi masyarakat di Papua.

“Kami telah bertransformasi menjadi insan yang memiliki intelektual dan wawasan yang luas. Kiranya ini semua dapat diimbangi dengan moral dan bermartabat, sehingga pedang ini tidak menembus pada diri kita sendiri,” ungkapnya.

“Selama ini kami hanya menuntut kepada mereka (orang tua) untuk memenuhi permintaan kami, tanpa melihat perjuangan mereka. Oleh karena itu, dalam momentum ini kami mohon maafkan kami atas segala sikap dan perlakuan kami yang telah menyakiti hati ayah dan ibu,” katanya sambil tak mampu menahan air mata yang keluar dari pipinya.

Gaza mengatakan, hari ini pihaknya mengikrarkan menjadi petarung di masa depan, dimana bertarung untuk membawa perubahan yang lebih baik di tengah-tengah masyarakat. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *