Tujuh Orang Ikut Tes Tertulis Calon Pemberi Bantuan Hukum

Para peserta tes tertulis calon pemberi bantuan hukum di LBH Papua, saat mengikuti tes yang berlangsung di Kantor LBH Papua, di Jalan Abe Pantai Kamkey Distrik Abepura Kota Jayapura, Rabu (13/2) kemarin.

JAYAPURA- Sebanyak tujuh orang pemuda dan pemudi mengikuti tes calon pemberi bantuan hukum di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua yang berada di Jalan Abe Pantai Kamkey Distrik Abepura Kota Jayapura, Rabu (13/2) kemarin.

  Adapun tujuh orang calon pemberi bantuan hukum yang mengikuti tes di LBH Papua, yaitu Alince Dawapa, Imanus Komba, Rulan Tiris, Yuliana Itlay, Demi Kalakmabin, Jeff Sangkek, dan Elsha Gracella. S Rumi.

Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua, Emanuel Gobay, S.H, M.H mengatakan, wajah pelanggaran hukum dan HAM di seluruh wilayah Papua sangat tinggi. Kondisi ini tidak dapat berakhir bila tidak disikapi dengan menyiapkan pemberi bantuan hukum yang akan bekerja secara sukarela bagi masyarakat miskin, marjinal, dan buta hukum di Papua.

“Berangkat dari situasi tersebut, maka LBH Papua merasa penting menjalankan program kaderisasi baik bagi masyarakat umum dan juga bagi kebutuhan internal LBH Papua dengan menerima 7 orang pemuda dan pemudi ikut tes bantuan hukum di LBH Papua,” katanya melalui siaran pers yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (13/2) kemarin.

Selain itu, kata Emanuel, pihaknya sangat menyadari dengan benar LBH Papua adalah lembaga kader, sehingga program kaderisasi dalam internal LBH Papua menjadi salah satu program LBH Papua di dalam wilayah kerjanya yang ada di Papua.

“Karena sebagai lembaga kader, maka LBH Papua melakukan tes tertulis kepada 7 orang pemuda dan pemudi, sehingga bisa menjadi pemberi bantuan hukum kepada masyarakat kecil di Papua,” katanya.

Emanuel mengatakan, ketujuh calon pemberi bantuan hukum ini sebelumnya telah mengikuti kegiatan Karya Latihan Bantuan Hukum (Kalabahu) yang digelar sebanyak dua kali pada tahun 2020. Uniknya dalam tes tertulis ini diikuti oleh peserta dari Kalabahu periode pertama tahun 2020 dan periode kedua tahun 2020.

Melalui fakta ini, LBH Papua menilai program kaderisasi yang dijalankan LBH Papua telah berjalan secara maksimal. Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi LBH Papua karena mekanisme kaderisasi dari eksternal LBH Papua menuju internal LBH Papua berjalan secara maksimal,” ujarnya.

Atas dasar itu, maka Emanuel menyataan, pihaknya di  LBH Papua akan terus mengembangkan program kaderisasi melalui kegiatan Kalabahu secara terus menerus setiap tahunnya dalam rangka mengembangkan pemahaman bantuan hukum struktural kepada seluruh masyarakat Papua, khususnya pemuda dan mahasiswa di dalam wilayah kerja LBH Papua.

“Untuk diketahui bahwa ketujuh calon Pemberi Bantuan Hukum akan menjalani tes wawancara pada tanggal 15 Februari 2020 di LBH Papua besok,” tandasnya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *