Kecewa Kalah Tender, Lapor ke Kepala BP2JK Papua

KONSULTASI_Suasana pertemuan antara Kepala Kantor BP2JK Papua Hamdi, bersama pemilik perusahaan CV. Nahase Putra, Micfrank Wayar dan Plt. Dewan Adat Nabire maupun Sekretaris II Dewan Adat Papua, dalam mempertanyakan ketidakpuasan pemenangan tender proyek di Nabire dalam membuat jembatan, Kamis (13/2)kemarin..Priyadi/Cepos

JAYAPURA-Merasa tidak puas dan kecewa atas hasil tender dari Bina Marga, khususnya di Satker PJN Wilayah VII (Nabire), Pemilik CV. Nahase Putra, Micfrank Wayar  mendatangi Kantor Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi (BP2JK) Wilayah Papua di Jayapura. Pasalnya, yang keluar pemenang justru perusahaan dari luar Papua, yakni dari Gowa Sulawesi Selatan.

   Didampingi Sekretaris II Dewan Adat Papua John Gobay dan Plt. Ketua Dewan Adat Kabupaten Nabire John Wayar, pemilik  perusahaan CV. Nahase Putra, Micfrank Wayar  mengaku seharusnya ia menjadi pemenang tender tersebut, karena secara aturan ia sebagai pengusaha orang asli Papua. Ia merasa memenuhi syaraat, berpengalaman dan mampu mengerjakan proyek jembatan di Nabire itu.

   Apalagi  dengan adanya Pergub No.14 Tahun 2019 tentang pengadaan barang dan jasa,  yang melindungi hak pengusaha OAP, jangan malah menggunakan Perpres No.17 tahun 2019 yang pastinya melemahkan pengusaha OAP.  “Kami harap  Pergub tentang pengadaan barang dan jasa khususnya bagi OAP Papua harus diperhatikan.”ujarnya.

  Diakui memang ini proyek nilainya Rp 2.5 -10 miliar dilakukan tender bisa secara terbatas. Tapi jika yang menang justru pengusaha luar Papua, tidak memiliki kantor cabang di Papua, rekening di Bank Papua dan juga NPWP Provinsi Papua, tentu ini sangat disayangkan. “Tidak ada namanya pemberdayaan bagi pengusaha OAP, kalau terjadi apa-apa pasti pertanggungjawaban susah, dan Pergub No. 14 tahun 2019 tentu tidak ada tajinya, “jelasnya.

    Di tempat sama, Kepala Kantor Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi Wilayah Papua Hamdi mengaku  sangat berterimakasih atas laporan ini, yang  akan semakin menambah informasi yang didapatkan secara langsung dari pengusaha OAP. “Kami intinya siap membantu pengusaha OAP jika ingin mengikuti tender proyek sesuai aturan, yang penting sebelum ikut tender semua berkas dokumen bisa disiapkan dan dikonsultasikan kepada kami mana saja yang harus dipenuhi dan dilengkapi. Termasuk dalam menyiapkan pekerjanya, alat-alatnya dan lainnya, karena biasanya pengusaha OAP kalah tender jatuh dipemenuhan dan pelengkapan dokumen, pengalaman kerja ataupun lainnya,”jelasnya. (dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *