BI Terus Sosialisasikan Implementasi QRIS di Papua

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga saat melakukan pembayaran menggunakan QRIS di salah satu stand di Mal Jayapura belum lama ini.Yohana/Cepos

JAYAPURA – Bank Indonesia terus mensosialisasikan kelancaran sistem pembayaran melalui Implementasi QRIS di Provinsi Papua. Dimana QRIS sendiri merupakan  inovasi teknologi yang berkembang cukup pesat pada berbagai aspek ekonomi digital, khususnya sistem pembayaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan, salah satu inovasi yang saat ini mulai banyak digunakan masyarakat adalah pembayaran digital berbasis QR Code yaitu serangkaian kode yang memuat data atau informasi antara lain identitas pedagang atau pengguna, nominal pembayaran atau mata uang, yang dapat dibaca dengan alat tertentu dalam rangka transaksi pembayaran.

“Kami melihat manfaat cara pembayaran tersebut mampu mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif dan memajukan UMKM,’’ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (13/2) kemarin.

Diungkapkan, Bank Indonesia menetapkan standar nasional OR Code atau yang disebut dengan QRIS (Quick Response Indonesian Standard), sehingga penyedia barang dan jasa (merchant) tidak perlu memiliki berbagai jenis QR Code dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), karena dengan 1 (satu) QR Code dapat memproses seluruh transaksi pembayaran oleh penerbit yang berbeda.

Diakuinya, QRIS sendiri telah diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019 dan implementasinya secara nasional telah berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2020.

Pihaknya mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung, dan Langsung) pada saat peluncuran QRIS. QRIS UNGGUL mengandung makna, yaitu UNiversal, penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri.

“GampanG, masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dalam satu genggaman ponsel. Untung, transaksi QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Langsung, transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran,” jelasnya.

Selain itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menangkap sinyal positif penyelenggaraan PON XX Papua 2020 sebagai sarana yang tepat untuk menghadirkan fitur pembayaran secara nontunai dengan menggunakan QR Code di setiap transaksi masyarakat.

“Dengan mengusung semangat “QRIS For PON 2020” kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah terkait PJSP dan perbankan untuk menghadirkan pembayaran dengan QRIS di seluruh merchant (pusat oleh-oleh, toko souvenir, dan pusat jajanan) mulai dari bandara, stadion/venue pertandingan, tempat wisata, dan pusat keramaian,’’ terangnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *