Akan Fokus ke Diploma, Selesai Kuliah Bisa Miliki keahlian

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Yulianus Kuayo, berdiskusi dengan Dr. Yonathan Numberi, M.Eg, usai pertemuan antara Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Provinsi Papua dengan Uncen di Ruang Rapat Rektorat Waena, Rabu (12/2).Yewen/Cepos

Melihat Rencana Kerja Sama Dinas Pendidikan dan Uncen di Bidang Vokasi

Minimnya ketrampilan dan keahlian yang dimiliki para generasi muda orang asli Papua (OAP) membuat semakin meningkatnya pengangguran di Papua. Hal inilah yang akan didorong oleh Bidang SMK Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua melalui pendidikan vokasi, Seperti apa saja?

Laporan: Roberth Yewen

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua pada Februari 2019 menyebutkan, angka penganguran terbuka Februari 2019 sebesar 62.885 orang. Angka ini meningkat sekitar 3.129 orang dibandingkan Agustus tahun 2018. Tidak hanya itu, BPS Papua mencatat selama satu tahun terakhir, tingkat pengangguran terbuka di Papua tercatat mengalami peningkatan dari 2,91 persen pada Februari 2018 menjadi 3,42 persen pada Februari 2019.

BPS menyebutkan tingkat pengangguran terbuka (TPT), pengangguran lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) tertinggi mencapai 11.30 persen, pengangguran dengan tingkat sekolah lainnya memiliki TPT di atas 5 persen, yakni pengangguran tingkat pendidikan Diploma I/II/II sebesar 9,13 persen, universitas 7,81 persen, sekolah menengah atas (SMA) 7,63 persen. Sebaliknya TPT terkecil berada pada pengangguran dengan tingkat pendidikan SD ke bawah hanya 1,27 persen.

Ini merupakan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Bidang SMK Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua kedepan. Untuk membangun keahlian OAP melalui pendidikan vokasi, maka kedepan Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua melalui Bidang SMK akan menjalin kerjasama dengan Universitas Cenderawasih (Uncen).

“Secara teknis kami dari Bidang SMK lebih kepada pendidikan vokasi. Kami akan jajaki kerjasama dengan Uncen terutama pendidikan vokasi untuk menyiapan kewirausahaan, khususnya kepada anak-anak OAP,” kata Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Yulianus Kuayo kepada cenderawasih pos, usai pertemuan antara Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua bersama-sama dengan Civitas Akademik Universitas Cenderawasih di Ruang Rapat Rektorat Uncen, Waena, Rabu (12/2).

Dengan pendidikan vokasi yang didorong oleh Pemerintah Provinsi Papua melalui Bidang SMK Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah ini, maka kedepan akan menghasilkan para anak-anak muda Papua, terutama OAP di setiap wilayah adat, untuk bisa membuka usaha sendiri, seperti tambal ban, jahit sepatu, membuka kios, membuka kafe, dan usaha-usaha lainnya.

Vokasi ini lebih kepada memberikan penguatan-penguatan bagi bagi para generasi muda Papua, terutama OAP yang ada di seluruh wilayah adat atau daerah di Papua, sehingga memiliki kemampuan dan keahlian, sehingga mudah diserap di dunia kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan di bidang wirausaha kedepannya.

Sementara itu, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang pertama dan tertua di Papua, Uncen melalui Fakultas Teknik (FT) pada prinsipnya bersedia bekerja sama dalam pendidikan vokasi melalui jenjang  Diploma I dan Diploma II, dimana akan mengasah keahliannya sesuai dengan kebutuhan yang ada di Papua, seperti misalnya di PT. PLN, PT. Telkom, PT. Freeport Indonesia, dan lain sebagainya.

Pembantu Dekan II Fakultas Teknik Uncen, Jonathan Numberi, M.Eg mengatakan, pendidikan vokasi merupakan bagian penting yang harus dilakukan. Formatnya bisa dilakukan pendidikan vokasi Diploma I atau Diploma II dengan menumbuhkan keahlian mereka sesuai dengan kebutuhan yang ada di Papua.

“Bisa kita bangun kerjasama, sehingga pendidikan vokasi bisa kita lakukan dengan menyiapkan anak-anak Papua sesuai dengan keahlian mereka selama 1 atau 2 tahun dan bisa keluar langsung bekerja sesuai dengan keahlian dan ketrampilan mereka masing-masing,” katanya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *