Pemkab Siapkan 100 Dokter Kakao

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si saat menyalami pimpinan OPD usai rapat evaluasi program kerja di Kantor Bupati Jayapura, Senin,(13/1). Dalam rapat itu, bupati ingin bangkitkan kejayaan kakao di Kabupaten Jayapura. (Robert Mboik Cepos)

Guna Mendukung Pengembangan Kakao

SENTANI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura di bawah kepemimpinan Bupati Mathius Awoitauw, SE, M.Si  telah berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan produksi  kakao di Kabupaten Jayapura.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, dalam rangka mendukung program tersebut, Pemkab Jayapura melalui instansi teknis terkait telah menyiapkan sejumlah program, salah satunya menyiapkan atau membiayai sebanyak 100 dokter kakao yang saat ini sedang belajar di luar daerah Papua.

“Kita sudah memiliki hampir 100 dokter kakao yang berasal dari pemuda-pemuda petani itu dan saat ini sedang belajar di Luwu Utara mengenai pengembangan kakao,” ujar Bupati Matius kepada wartawan di Sentani, Senin (14/1).

Orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu mengakui, saat ini semua orang yang telah belajar seputar ilmu budidaya kakao sudah berada di lapangan dan siap melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangbiakan kakao di Kabupaten Jayapura.

Dia berharap, apa yang menjadi target Pemkab untuk mengembalikan kejayaan kakao di Kabupaten Jayapura bisa diwujudkan melalui tangan-tangan para dokter kakao tersebut.

Bupati juga berharap dengan adanya program perkebunan kakao di Kabupaten Jayapura bisa memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian masyarakat lokal, khususnya di daerah-daerah yang berpotensi untuk budidaya tanaman kakao.

Dia mengakui, sejauh ini perekonomian masyarakat lokal Papua di Kabupaten Jayapura sebagian besarnya masih memprihatinkan. Hal ini memicu berbagai tindakan sosial  seperti aksi pemalangan dan lainnya. Hal semacam ini terjadi dan muncul karena merasa terancam dengan kondisi ekonominya saat ini.

“Bisa termarginalisasi dan ini bahaya, ini bisa menjadi bom waktu yang tinggal menunggu saatnya. Makanya forum ini dibentuk untuk menjembatani komoditas unggulan kakao dan menjadi andalan  bagi ekonomi masyarakat lokal,”pungkasnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *