Mabuk di Keramaian, Enam Orang Diamankan

Enam orang mabuk yang terjaring dalam patroli Hunting Mobile Polres Jayawijaya saat diamankan untuk didata, Rabu (12/2). (Denny/ Cepos)

WAMENA-Meski Pemkab dan Polres Jayawijaya berkomitmen kuat untuk memberantas peredaran minuman keras, namun kenyataannya peredaran miras masih tetap ada. Terbukti, dalam razia hunting Polres Jayawijaya di Kota Wamena, mengamankan enam orang yang kedapatan mabuk di tempat keramaian.

  Keenam warga yang mabuk ini , didata dan dimintai keterangan untuk menunjukkan tempat mereka membeli miras dan diamankan sampai benar-benar sadar baru dipulangkan.

  “Kita amankan mereka -mereka yang mabuk ini untuk membeikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan aktifitasnya di pasar, karena kalau ada orang mabuk dipasar ini selalu menimbulkan keresahan dalam masyarakat,”ungkap Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, Rabu (12/2) kemarin.

   Bagi mereka yang mabuk ini, Kata Rumaropen, nantinya diamankan di Polres Jayawijaya selama kurang lebih 1×24 jam atau sampai mereka sadar kemudian mereka akan didata. Sebab,  tak menutup kemungkinan mereka yang suka mabuk dalam tempat keramaian ini akan melakukan tindakan kriminal, sehingga perlu untuk didata.

   “Kita mendata mereka, foto, agar jika mereka terlibat dalam aksi kriminal kita bisa mudah menemukan mereka, karena kami memiliki data diri mereka,”katanya.

  Saat ini masih terus dilakukan patroli mobile Polres Jayawijaya dimana patroli ini dilakukan dengan jumlah anggota satu pleton dengan mengandalkan fungsi satuan yang ada di Polres Jayawijaya dalam penguasaan kota. Sasaran razia  itu orang mabuk, kendaraan roda dua yang dicurigai hasil curian, juga tempat pembuatan balo (CT),  termasuk sajam.

  “Sekali patroli semua kita lakukan pemeriksaan, kalau mendapatkan orang mabuk langsung ditindak lanjuti dan ditanyakan tempat pembuatan miras dan patroli akan menuju kesana, ini akan terus kita lakukan,”jelas Rumaropen.

  Saat ini, Lanjut Rumaropen, orang mabuk melihat patroli datang langsung melarikan diri, karena jika tetangkap pasti akan terus berkembang, ke tempat pembelian miras itu sehingga sasaran patroli ke tempat pembelian atau pembuatan miras ini juga.

  “Dari model seperti ini ada ditemukan tempat penjualan dan pelakunya juga sudah tertangkap namun ia hanya sebagai penjual,”ujarnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *