GIDI  Jangan Berhenti Berkontibusi

UNTUK GEREJA – Para jemaat GIDI  dari 26 jemaat berdiri antri memberi sumbangan untuk pembangunan gereja disela-sela perayaan HUT GIDI  ke 57 yang digelar di Gereja GIDI  Klasis Port Numbay Jemaat Eden, Entrop, Rabu (12/2). Gamel Cepos

JAYAPURA – Perayaan hari ulang tahun Gereja Injili di Indonesia (GIDI ) ke 57 akhirnya dipusatkan di Klasis Port Numbay Jemaat Eden Entrop berlangsung khidmat. Sekitar 1000 warga dari 26 jemaat turut hadir dalam acara  yang  dikemas sederhana tersebut. Meski demikian pesan kuat yang dititipkan adalah dengan usia yang tak lagi muda, seluruh umat GIDI  diminta tak berhenti berhenti untuk berkrontribusi.

“Gereja hadir karena usaha dan kerja keras. Dalam usaha tentunya ada tantangan yang tak sedikit  sehingga umat harus bisa merenung soal ini. Ada perjuangan untuk tetap mempertahankan gereja itu berdiri sehingga jangan disia-siakan,” kata Pdt Robert Imbiri saat memimpin khotbah di halaman Gereja GIDI  Klasis Port numbay Jemaat Eden, Entrop, Rabu (12/4). Tema hari jadi ke 57 ini adalah pandanglah ladang yang sudah  menguning (Yohanes 4:35) dan perayaan hari jadi ini dibarengi dengan pemotongan kue ulang tahun yang dilakukan oleh sejumlah tokoh agama.

Kata Pdt Robert, apa yang sudah dilakukan umat GIDI  selama ini tak bisa lagi dipandang sebelah mata karena yang dilakukan GIDI  sudah diakui hingga ke pasific. Namun ia mengingatkan bahwa yang akan dibawa ke surga nanti adalah jiwa. Jiwa yang baru dan diisi dengan kebaikan. Bukan harga ataupun tanah. Sementara Yarius Balingga sebagai salah satu kader GIDI  yang juga Ketua Panitia Pembangunan gereja GIDI  Jemaat Eden menyampikan bahwa usia yang tak lagi muda bukan berarti GIDI  berhenti memberi. Justru sebaliknya, semangat menebar kedamaian dan kebaikan harus terus tumbuh seperti akar pohon layaknya telah berusia 57 tahun.

“Kader dan 26 jemaat harus bangkit seperti visi misi gubernur namun sekali lagi, jangan lupakan injil. Meski berada dalam dunia politik atau pebisnis jangan sekali-kali lupakan injil. Kaum remaja juga walaupun cantik atau ganteng tapi tidak kembali ke gereja ya sama saja. Tak ada artinya,” beber Yarius. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *