Perbaiki Tata Kelola Dana Kampung, Terapkan Aplikasi Siskeudes Versi 2.0

Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Markus O. Masnembra, SH.,MM ketika hadir membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Versi 2.0, di Hotel Arumbay, Selasa (11/2) kemarin.Fiktor/Cepos

BIAK- Pemerintah Kabupaten Biak Numfor kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Versi 2.0, di Hotel Arumbay, Selasa (11/2) kemarin. Para pesertanya sebanyak 200-an orang dari 97 kampung, mereka adalah kepala kampung dan bendahara serta beberapa orang pendamping

   Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Markus O. Masnembra, SH.,MM akan berlangsung salama tiga hari dan menghadirkan langsung pemateri dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Papua.

  “Bimtek ini sangat penting dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemampuan petugas entri data Siskeudes, khususnya lagi dalam melaksanakan pelaporan dengan menerapkan prinsip akuntabilitas dalam tata Pemerintahan Kabupaten Biak Numfor. Ini penting sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang terus melakukan perbaikan terhadap tata kelola keuangan dan pemerintahan,” papar Sekda mewakili Bupati Herry A. Naap, S.Si.,M.Pd saat membuka Bimtek Siskeudes versi 2.0 tersebut.

  Dengan Bimtek ini, lanjutnya, maka penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Biak Numfor di bidang pengelolaan anggaran kedepan khususnya di tingkat kampung diharapkan lebih baik, transparan dan akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, dengan aplikasi 2.0 dimaksud maka kedepan sistem pengelolaan dan pertanggujawaban penggunaan anggaran di tingkat kampung dapat diakses dengan mudah sesuai dengan kemajuan teknologi informatika.

   “Pada dasarnnya pemerintah daerah memberikan apresiasi dan dukungan atas program ini. Tentunya dengan kegiatan ini mengambarkan kalau kita di Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sekarang terus berupaya melangkah maju, tinggal bagaimana kepala kampung dan jajarannya memanfaatkan aplikasi ini dengan baik,” pungkasnya.

  Sekedar diketahui, selama tiga hari berturu-turut, para peserta Bimtek Siskeudes versi 2.0 diberikan materi tentang instalasi  sistem aplikasi Siskeudes, gambaran umum Siskeudes, simulasi implementasi aplikasi Siskeudes 2.0 dan tekni pembuatan APBK dengan Siskeudes.

  “Masih ada kurang lebih 15 kampung tidak ikut dalam Bimtek ini, kami sudah beritahukan namun kurang disrespon. Nantinya, keikutsertaan dalam Bimtek ini juga akan menjadi pertimbangan pencairan dana desa dan anggaran-anggaran di kampung, sebab bagaimana mereka mau membuat aplikasi sama dengan kampung lainnya kalau tidak ikut Bimtek,” tandas Plt Kepala DPMK Kabupaten Biak Numfor, Setyo Budi, S.Sos.,M.AP menambahkan.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *