Tak Dikasih Uang Rp 5000, Tersangka Pukul Korban Berkali-kali

JAYAPURA- Pihak Unit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura melakukan rekonstruksi kasus pemukulan yang menyebabkan juru parkir atas nama Bill Clinton Runtuthomas meninggal dunia di Mega Abepura, Jumat (10/2) lalu. Rekonstruksi kasus ini dilaksanakan di Mapolsek Abepura, Senin (10/2) kemarin.

Kapolsek Abepura, AKP Clief Gerald Philipus Duwith, melalui Panit Reskrim Polsek Abepura, Ipda Andi Reza Pahlawan mengatakan, rekonstruksi ini dilakukan agar dapat melihat kembali pemukulan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban, sehingga korban meninggal dunia (MD). Selain itu, melihat saksi-saksi yang melihat terjadinya pemukulan tersebut.

  Andi menjelaskan, dari rekonstruksi yang dilakukan memang pada  awalnya korban berjalan di Mega, kemudian bertemu dengan tersangka, kemudian tersangka meminta uang sebesar Rp 5000 untuk membeli nasi kuning ke korban, tetapi korban menjawab tidak punya uang.

Mendengar hal itu, tersangka langsung menarik badan korban dan memukul korban menggunakan tangan satu kali di bagian kiri dan kanan. Tidak hanya itu, tersangka juga memukul korban di bagian muka dan mendorong korban ke tembok dan otak belakang korban terkena tembok.

“Korban kemudian berdiri, tetapi dipukul lagi oleh tersangka di bagian kepalanya. Korban kemudian mengalami kesakitan, sehingga duduk sebentar di dekat parkiran motor Mega,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kata Andi, Kemudian korban yang dalam posisi duduk, kemudian bertemu dengan saksi pertama bertanya kamu kenapa dan ada apa? Tetapi korban tidak menjawab, karena mengalami kesakitan. Kemudian saksi pertama membawa korban ke kos dan meminta korban untuk beristirahat dan jika ada apa-apa bilang.

“Keesokan harinya, saksi pertama melihat korban belum muncul, sehingga saksi langsung ke kosnya dan membuka pintu teryata melihat korban dalam kondisi sudah meninggal dunia (MD),” katanya.

Sementara itu, saksi kedua memang melihat gerak-gerik waktu mau ngomong dan apa permasalahannya, tetapi ternyata hanya meminta uang Rp 5000 untuk membeli nasi kuning, tetapi korban tidak ada uang. “Untuk saksi ketiga dia hanya melihatnya saja, tetapi saksi tidak mau menolonginya,” ujarnya.

Dia mengatakan, selesai rekonstruksi ini, maka tunggu dua hari untuk melakukan BAP dan surat-surat nanti di kasih ke keluarga korban. Setelah selesai semuanya baru kita naikan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

‘Nanti setelah surat-surat sudah lengkap, maka kita akan naikan ke tahap dua (P21) ke Kejaksaan, untuk proses hukum ke pengadilan,” ujarnya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *