SIapkan Skenario Pemulangan ke Kampung Halaman

Petani Cengkeh menjemur hasi panen nya di Narai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (9/2). Pada musim panen tahun warga memilih beralih ke panen cengkeh dibanding melaut untuk mencari ikan dikarenakan angin utara yang membuat para nelayan beralih menjadi petani cengkeh, harga jual cengkeh Rp. 60.000/Kg. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

Pemerintah Singapura Cari Enam WNI

JAKARTA, Jawa Pos – Sudah seminggu 238 orang diobervasi di Pangkalan Terpadu TNI di Natuna. Pemerintah mulai menyiapkan skenario kepulangan mereka. Salah satunya adalah penerimaan di lingkungan tempat tinggal.

Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menyatakan bahwa minggu ini mulai mendetilkan persiapan kepulangan 238 WNI dari Hubei, Tiongkok. Bahkan hingga kemarin (9/2) sudah ada beberapa pemerintah daerah yang ingin membantu kepulangan. “Ada beberapa skenario untuk kepulangan ini,” ucap pria yang akrab disapa Yuri itu.

Ada kemungkinan pesawat dari Natuna diterbangkan ke Jakarta. Baru setelah itu, 238 orang yang diobservasi diijinkan untuk kembali ke daerah masing. Jika langsung diantarkan ke daerah masing-masing, penerbangan dari Natuna tidak banyak.

Menghindari adanya stigma bagi mereka, pemerintah telah menyusun strategi untuk sosialisasi. Melalui Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah diminta untuk menyiapkan. Melihat respon pemerintah daerah, Yuri yakin bahwa rencana pemulangan akan berjalan lancar. Bahkan beberapa pemda membuat tim khusus untuk mendampingi mereka sepulang dari Natuna. Contohnya Pemda Aceh yang telah menyiapkan tim yang dipimpin kepala dinas sosial untuk melakukan pendampingan.

“Problem utama adalah keberlanjutan kuliah mereka,” tutur Yuri. Kebanyakan WNI yang pulang dari Hubei kebanyakan merupakan mahasiswa semester 8. Ada sebagian kampusnya yang sudah menyediakan kuliah secara online. Yang menjadi kesulitan adalah untuk mahasiswa kedokteran. “Semester 8 itu saatnya mereka praktik,” imbuhnya.

Pemerintah terus mencari cara untuk perkuliahan mereka agar tetap lancar. Menurut Yuri, hal inilah yang menjadi pikiran mahasiswa yang diobservasi. “Belum lagi jika orang tuanya tidak mau anaknya kembali ke Wuhan (ibu kota propinsi Hubei),” ungkap Yuri.

Sementara itu, beredar informasi bahwa ada enam orang WNI yang dicari oleh Pemerintah sIngapura. Enam WNI yang diduga terinfeksi vius corona dan masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay, Batam membuat semuanya bergerak. Polri telah menemukan keenam WNI tersebut, ternyata keenamnya dipastikan bersih dari corona.

                Keenam WNI tersebut merupakan, Chandra Widodo, Winarto, Desy, Suwardi Sumantri, Manis dan John Knight. Keenamnya memang dipastikan baru saja keluar dari Singapura menggunakan kapal fery.

                Dalam informasi yang diterima Jawa Pos itu pula, diketahui bahwa 87 petugas dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan enam WNI tersebut. Kabid Dokkes Polda Kepri Muhammad Haris menuturkan, keenamnya telah diperiksa kesehatannya oleh petugas. ”Saya yang memimpin pemeriksaan tersebut,” ujarnya.

                Keenam WNI tersebut setelah diperiksa, hasilnya dinyatakan sehat. Sama sekali tidak ada gejala virus corona seperti informasi yang beredar. ”Keenamnya sudah berada di Tanjung Pinang,” paparnya kemarin.

                Dia mengatakan, masyarakat diharapkan tidak mempercayai informasi yang belum pasti. Tentunya bila ada informasi tertentu, diharapkan memberitahukan ke petugas. ”Nanti petugas yang pastikan, seperti yang saat ini,” ujarnya.

                Sementara Kabidhumas Polda Kepri Kombespol Harry Goldenhart menuturkan bahwa pihaknya akan berupaya maksimal untuk mencegah adanya penyebaran virus corona melalui pelabuhan Batam. ”Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap setiap penyeberang itu,” jelasnya.

                Dengan begitu, diharapkan di Kepri tidak ada penyebaran virus corona. Sehingga, masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang. ”Itu yang kami inginkan,” ujarnya dihubungi Jawa Pos kemarin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyatakan bahwa pihaknya belum mendengar pencarian WNI oleh pemerintah SIngapura. Hanya saja dalam rilis yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura mencari 16 orang yang pernah melakukan kontak dengan 40 pasien positif 2019-novel coronavirus. (lyn/idr/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *