Pemkab Jayawijaya Ambil Alih Pengelolaan Semen Bersubsidi

Pengusaha OAP saat melakukan pertemuan dengan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua di Kantor Bupati, Senin (10/2). (Denny/ Cepos)

WAMENA-Perwakilan Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) yang rencananya melakukan aksi demo, akhirnya difasilitasi bertemu dengan Bupati Jayawijaya untuk menyampaikan rasa ketidakpuasannya. Alasannya, program semen bersubsidi saat ini telah diambil alih dan dikendalikan oleh pemerintah dan tidak melalui pengusaha lagi yang selama ini dikendalikan oleh dua pengusaha di Jayawijaya.

   Salah satu pengusaha OAP Albert Apnawas usai bertemu dengan Bupati Jayawijaya menyatakan ia merupakan perintis dan penggagas program semen bersubsidi ini. Ia juga pernah mengajak kepala Disnakerindag yang lama untuk sama -sama berjalan dalam mengawal program presiden ini sampai di Papua, khususnya untuk tol udara dan diubah menjadi jembatan udara Timika -Wamena.

   “Harga tertinggi untuk semen ini ditentukan Pemda Jayawijaya berdasarkan ukuran, harga beli dan margine dari perusahaan sehingga jatuh Rp 410.000/sak, kami berjalan dari tahun 2017. 2018, dan  2019. Laporannya dimasukan ke Dinakerindag,”ungkapnya, Senin (10/2)

   Ia berharap dari hasil pertemuan ini pemerintah bisa mengakomodir pengusaha Papua, karena ia menyadari jika Pengusaha Papua tak bisa berusaha di Jawa tetapi tetap berada di Papua. Pihaknya belum mendapatkan alasan mengapa diambil alih oleh pemerintah, ia menegaskan akan mengakui  kesalahannya dalam mengelola Subsidi semen ini dibuktikan lewat surat resmi.

  “Harusnya ada surat teguran pertama, kedua dan ketiga yang juga didukung oleh foto jika kami menjual semen itu di luar ketentuan pemerintah, mungkin kami bisa terima kalau kami salah namun ini sama sekali tidak ada , laporan yang masuk ke pemerintah ini sepihak  sehingga kami kecewa,”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *