Patroli Hunting Berdampak Kriminalitas Menurun   

Pelaksanaan Focus  Grup Discussion (FGD) Polres Jayawijaya dengan sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (8/2). Denny/Cepos

WAMENA-Sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya mengaku hingga saat ini angka kriminal di Kabupaten Jayawijaya mulai menurun. Hal ini terjadi, lantaran seringnya kepolisian melakukan patroli hunting di sejumlah tempat, namun mereka mengharapkan kepolisian menempatkan personilnya di beberapa tempat keramaian dalam Kota Wamena.

  Kepala Kampung Lantipo Hengky Heselo mengatakan pasca peningkatan kegiatan personel Polres Jayawijaya awal tahun 2020, angka kriminal menurun. Oleh karena itu sebagai tokoh masyarakat adat ia mendukung kepolisian yang terus melakukan razia dan patroli rutin. Ia juga meminta agar kepolisian bisa menempatkan personilnya di beberapa tempat yang ramai sehari -hari

   Pada forum diskusi yang melibatkan personel polres dan pemangku kepentingan Jayawijaya, Hengky menyarankan pembuat minuman keras yang bukan merupakan warga asli Jayawijaya dipulangkan kembali ke daerah asal. “Jadi mereka (pembuat dan penjual minuman keras) itu setelah ditangkap, hukumannya harus mereka bayar, lalu dipulangkan,” katanya, Sabtu (8/2).

  Sementara Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Potikelek Yonita Gombo mengapresiasi kebijakan Kapolres yang meningkatkan kinerja polisi di lapangan. Ia berharap jangan hanya patroli jam-jam tertentu saja, sebab pemabuk sudah tahu, mereka menghindar ketika polisi hendak patroli.”Solusinya perlu menempatkan personel di Pasar Potikelek.”ujarnya.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen  mengatakan patroli standar yang hanya terdiri dari beberapa orang anggota dengan menggunakan satu mobil, tidak berlaku di Jayawijaya. “Patroli yang kami lakukan di sini bukan patroli biasa, karena kita sesuaikan dengan situasi dan karakteristik daerah sehingga kita patroli hunting dengan kekuatan peleton,”tegasnya.

  Dengan kekuatan besar yang sudah mulai dilakukan pada Januari 2020 itu masih akan terus berjalan, dengan melibatkan Satpol PP dan TNI. Dimana saat patroli anggota juga menggunakan pengeras suara untuk mengimbau agar masyarakat tertib, tidak mabuk di kawasan umum

  “Saya sudah menerima informasi dari masyarakat terkait usulan pembuatan pos-pos keamanan di beberapa titik rawan, tetapi hal itu tidak bisa dikabulkan karena keterbatasan personel.”jelasnya

    Namun Kapolres menjawab keresahan warga, dengan patroli peleton, disemua tempat yang dianggap sebagai daerah rawan. “Jadi semua yang masyarakat sampaikan, kami siap mengantisipasi,”ujarnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *