ITK Papua Triwulan I-2020 Diperkirakan 95,95

JAYAPURA – Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Eko Mardiana mengatakan, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Papua di triwulan IV-2019 (Oktober – Desember 2019) sebesar 114,32. Angka ITK yang berada di atas 100 mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen meningkat dengan tingkat optimisme yang lebih tinggi dibandingkan kondisinya di triwulan III-2019 (Juli-September 2019) sebesar 100,08.

‘’Nilai ITK menunjukkan derajat optimisme kestabilan ekonomi yang ditunjukkan oleh perilaku konsumen dalam menyimpan dan membelanjakan pendapatan rumah tangganya. Jika kepercayaan konsumen meningkat, mengindikasikan bahwa keadaan ekonomi yang baik dan konsumen lebih banyak membelanjakan uangnya untuk konsumsi. Sebaliknya, jika konsumen pesimis maka mereka akan mengurangi pengeluaran rumah tangga dan meninjau ulang keadaan finansialnya,’’ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (6/2).

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang.

Diakuinya, peningkatan nilai ITK Provinsi Papua di triwulan ke empat ini disebabkan oleh meningkatnya seluruh komponen yakni pendapatan rumah tangga dengan nilai indeks 119,18, pengaruh inflasi terhadap konsumsi rumah tangga dengan nilai indeks 105,53 dan volume konsumsi barang/jasa dengan nilai indeks 113,89.

“Pada triwulan IV-2019 ini, kondisi Papua telah kembali kondusif setelah kekacauan yang sempat terjadi pada bulan Agustus dan September 2019. Sinyal internet yang sempat terputus pada triwulan lalu juga telah kembali berfungsi. Aktivitas publik telah berjalan secara normal meskipun masih ada perbaikan di beberapa sisi. Peningkatan volume konsumsi barang/jasa kemungkinan juga dipicu oleh adanya perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru,”jelasnya.

Sementara itu, peningkatan indeks pengaruh inflasi terhadap konsumsi rumah tangga karena inflasi yang terjadi selama periode November-Desember terutama kelompok bahan makanan. Komoditi yang mengalami kenaikan yaitu ikan, cabai rawit, cabai merah, daging sapi, dan lain-lain.

Di tingkat nasional, kondisi ekonomi konsumen di triwulan IV-2019 juga mengalami peningkatan dibandingkan kondisi di triwulan sebelumnya dengan indeks sebesar 107,86. Naiknya kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional karena membaiknya kondisi ekonomi konsumen pada seluruh provinsi di Indonesia. Provinsi Kepulauan Nusa Tenggara Timur tercatat memiliki ITK tertinggi yaitu sebesar 118,58. Sedangkan ITK terendah ada pada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan nilai indeks 100,50.

“ITK triwulan IV-2019 pada seluruh provinsi di tingkat Sulawesi, Maluku, Papua (SULAMPUA) juga mengalami peningkatan. ITK tertinggi terjadi pada provinsi Sulawesi Utara dengan nilai indeks sebesar 116,11. Sementara ITK terendah terjadi pada Provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai indeks sebesar 101,27,”ungkapnya.

Menurutnya, ITK Papua pada triwulan I-2020 diperkirakan sebesar 95,95 yang berarti kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan menurun dibandingkan pada triwulan IV-2019. Penurunan diperkirakan karena menurunnya rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi dan pesta/hajatan dengan nilai indeks 80,47. Sedangkan Indeks Pendapatan Mendatang justru meningkat dengan nilai indeks 104,79. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *