Tempat Usaha yang Tak Mau Diatur Pergi Saja

Wali Kota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano MM.b(Gamel Cepos) 

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano MM memberi statemen tegas terkait masih adanya tempat usaha yang tak mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah Kota Jayapura, salah satunya berkaitan dengan Perwal Nomor 1 bulan Februari tahun 2019 terkait penggunaan kantong plastik dalam berbelanja.

“Tugas pemerintah adalah pelayanan, pengaturan dan pengawasan dan soal kebersihan kami sudah lakukan itu termasuk aturan yang mengikat seluruh lapisan masyarakat dan kami memiliki regulasi nomor 1 Februari 2019 terkait pelarangan penggunaan kantong plastik termasuk dan Perda 15 tahun 2012 tentang penyelenggaraan kebersihan,” kata Tomi Mano menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Waena, Jumat (7/2).

Hanya saja kata Tomi Mano, dari aturan yang sudah ada apakah Perda ini disimpan saja di bawah bantal, tidak dilakukan sosialisasi atau seperti apa. Ini harus dieksekusi oleh Satpol PP untuk penegakan dan pengawasan dibeberapa tempat sudah menjalankan aturan itu tapi ada juga yang tidak menjalankan. “Nah kalau tidak mentaati lalu sanksi apa yang harus diberikan. Masih ada yang membuag sampah di kali, di jalan padahal harus menaati semua aturan. Satpol PP jangan tidur, harus lakukan pengawasan agar masyarakat sadar dan mengikuti. Kalau ada yang melanggar, berikan sanksi apakah satpoline atau seperti apa. Jalan saja,” tegasnya.

“Yang penting berikan sanksi dan saya akan bertindak tegas kepada tempat usaha yang tidak menaati keputusan Wali Kota Jayapura, siapapun yang berusaha di Jayapura wajib mengikuti aturan-aturan yang dikeluarkan. Jika tak mau dengar silahkan bangun tempat usaha di tengah laut agar tidak diurus pemerintah tapi jika masih dengan pemerintah kota maka harus tertib,” bebernya. Bagi tempat usaha yang masih membandel ia kembali mengingatkan dan jika masih ditemukan maka kantong plastik yang tersisa akan disita.

“Jangan lagi berasalan menghabiskan stok lama sebab ini sudah sangat lama. Harus berinovasi sebab kita juga punya noken jangan lagi menggunakan kantong plastik,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *