Tanam Pohon, Sebagai Wujud Syukur Injil Masuk Papua

Rektor Universitas Ottow Geissler, Dr. Jerry Sawai, M.Si saat melakukan penanam pohon di pantai Hamadi, Jayapura, Jumat (7/2) siang kemarin. (Erik / Cepos)

Universitas Ottow Geissler Juga Bersi-bersih Pantai Hamadi

JAYAPURA – Tanggal 5 Februari senantiasa menjadi hari istimewa bagi orang Papua. Sejarah mencatat tanggal 5 Februari 1855 sebagai hari pertama dua orang misionaris Jerman Carl Wilhelm Ottouw dan Johann Gottlob Geissler menginjakkan kaki di pulau Mansinam.

Melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi Papua Nomor 140 Tahun 2008 tanggal 5 Februari bahkan dijadikan hari libur resmi sejak 2008 sebagai hari masuknya Injil di Tanah Papua.

Beberapa cara dilakukan umat Kristiani di Tanah Papua untuk mensyukuri 165 tahun Injil masuk di Bumi Cenderawasih.  Tak terkecuali, keluarga besar Universitas Ottow Geissler Jayapura juga memiliki cara tersendiri, dengan melakukan bakti sosial berupa penanaman pohon dan bersih-bersih sampah di sekitaran pantai Hamadi Jayapura.

Sebelum melakukan penanaman pohon dan bersih sampah, keluarga besar Universitas Ottow Geissler mengawali dengan ibadah.

Rektor Universitas Ottow Geissler, Dr. Jerry Sawai, M.Si mengatakan, bahwa pihaknya selalu melakukan syukuran setiap 5 Februari untuk menandai masuknya Injil di Tanah Papua.

“Hari ini kita tentu bersyukur 165 tahun pekabaran Injil masuk di Tanah Papua. Dan kami selalu melakukan kegiatan bersih dan penghijauan namun dalam lingkungan kampus. Dan tahun ini kami kembali mensyukuri dengan melakukan penghijaun di sekitaran pantai hamadi dengan 90 buah bibit pohon ketapang dan cemara,” ungkap Jerry Sawai kepada Cenderawasih Pos di sela-sela penanaman pohon, Jumat (7/2) siang kemarin.

Alasan memilih pantai Hamadi, kata Jerry Sawai, tempat tersebut akan menjadi salah satu destinasi wisata yang akan memanjakan tamu saat pelaksanaan PON. “Jadi mari kita sama-sama menjaga pantai Hamadi agar tetap bersih, karena pantai Hamadi akan menjadi tempat wisata bagi tamu kita saat PON nantinya,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, dengan masuknya Injil di Tanah Papua yang kini berusia 165 tahun dapat menjadi spirit baru bagi keluarga besar Universitas Ottow Geissler Jayapura untuk menjadi lebih baik lagi.

“Dan semoga dengan momentum perayaan masuknya Injil di tanah Papua ini dapat menjadi spirit baru bagi Universitas Ottow Geissler dalam kemajuan kampus, sehingga setiap tahun terus berkembang dengan dukungan dari beberapa pihak sehingga kampus ini tetap eksis,” tandasnya (eri/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *