Di BTN Pemda Doyo Baru, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Tewas

Salah satu pelaku pengeroyokan saat ditangkap polisi, Kamis (6/2).

SENTANI-Seorang pria bernama Melkianus Lende  (28) tewas akibat dikeroyok tiga orang di BTN Pemda Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Senin (3/2).

Kasus yang berujung maut ini berawal dari masalah sepele. Dari kasus itu, polisi mengamankan salah satu pelaku berinisial, KP (33), Kamis (6/2).

Sedangkan dua lainya masih dalam pengejaran polisi. Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan pihak Polres Jayapura, terungkap sejumlah fakta asal muasal pengeroyokan tersebut.

Kasat  Reskrim Polres Jayapura,  AKP Henrikus Yossi Hendrata, SH, S.IK menjelaskan, ada tiga pelaku yang diduga menjadi aktor utama dalam pengeroyokan itu. Satu dari 3 pelaku tersebut sudah diamankan anggota Polres Jayapura Kamis (6/2). Sedangkan dua lainnya masih buron.

Lanjut AKP Yosi, dari hasil interogasi pelaku KP(33), kasus pengeroyokan ini terjadi  Senin (3/2) malam. Dimana awalnya,   pelaku dan kedua rekannya sedang mengkonsumsi Minuman Keras (Miras) di Pos Kamling BTN Pemda. Kemudian sekitar pukul 24.00 WIT, pelaku bersama 2 temannya menggunakan 1 (satu) unit motor Honda Revo warna hitam keluar dari BTN Pemda Doyo Baru menuju Pasar Lama Sentani untuk makan nasi kuning. Saat tiba di mata jalan BTN Pemda, para pelaku dan korban saling bertemu. Saat itu, korban yang menggunakan mobil innova putih dari arah Sentani mau masuk ke BTN Pemda. Sebaliknya  para pelaku hendak  keluar dari BTN Pemda.

“Karena para pelaku merasa silau terkena cahaya lampu  mobil korban, kemudian pelaku KP (33) meneriaki korban “bangsat”, sehingga korban langsung memutar mobilnya untuk mengejar para pelaku,” jelasnya.

Tiba di mata jalan BTN Grand Doyo Baru, korban hampir menyerempet para pelaku. Selanjutnya  korban masuk di BTN Grand Doyo Baru.  Para pelaku yang tidak terima setelah  hampir terserempet mobil korban,  akhirnya  memutar balik motor tersebut dan mengejar korban sampai ke jalur 2 BTN Grand Doyo Baru.

Saat bertemu diawali pertengkaran mulut dan saling dorong, kemudian korban masuk ke dalam rumah. Saat keluar rumah, korban sempat memukul pelaku KP (33) dengan tangan kosong, melihat hal tersebut, salah seorang pelaku lainnya langsung memukul korban menggunakan balok 55 di badan bagian depan. “Korban sempat lari ke jalur sebelah, namun korban kembali ke TKP dan disaat itu, pelaku KP (33) kembali memukul korban dengan balok 55 pada bagian kepala yang mengakibatkan korban Melkianus Lende (28) terjatuh dan tidak sadarkan diri,” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah kejadian tersebut, para pelaku melarikan diri. Kata dia,  keterangan ini masih terus  didalami dengan keterangan dan pemeriksaan saksi – saksi yang ada di sekitar TKP malam itu. Anggota penjagaan Satuan Sabhara yang tiba di TKP malam itu langsung mengevakuasi korban ke RS. Yowari. Namun berselang beberapa jam kemudian, korban dinyatakan  meninggal dunia akibat pendarahan pada kepala. Kini pelaku KP (33)  sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Jayapura berikut barang bukti motor Honda Revo yang dipakai saat malam kejadian.

“Untuk 2 orang pelaku lainnya sudah kami kantongi identitasnya, saat ini tim masih melakukan pengejaran guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,”tutupnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *