Persoalan Keamanan Masih Jadi Masalah Klasik Pendistribusian Beras

JAYAPURA – Proses pendistribusian beras yang disalurkan oleh PD Irian Bhakti khususnya ke daerah-daerah pegunungan diakui bahwa persoalan keamanan masih menjadi hal klasik yang kerap muncul. Bila ada daerah terjadi konflik atau kontak tembak maka dipastikan pendistribusian beras akan terlambat. Menurut Direktur Utama PD Irian Bhakti, Wellem Karinda dari 28 kabupaten diakui daerah pegunungan memiliki tantangan tersendiri.

Terkadang bila tak kondusif, pilihan lainnya adalah mendrop hingga ke Wamena dan selanjutnya menunggu situasi. Jika memungkinkan maka akan diteruskan lewat penerbangan atau jika sulit maka  ditempuh dengan jalur darat.

“Tapi biasanya ada yang mengambil sehingga lebih memudahkan,” kata Wellem di ruang kerjanya Senin lalu. “Memang kadang kami terkendala jika daerah yang akan didrop beras ternyata sedang terjadi konflik. Ini mau diteruskan juga resiko akhirnya disimpan dulu di Wamena,” tambahnya.

Ia menyebut daerah seperti Lanny Jaya, Nduga, Intan Jaya menjadi daerah yang kadang sulit ditembus mengingat konflik masih sering terjadi. Ia berharap para pihak  bisa memahami soal pentingnya pendistribusian ini.

  Sekedar diketahui tahun 2019 lalu pihak PD Irian Bhakti telah menyalurkan 12 juta ton  beras ke  berbagai daerah dan tahun ini baru akan dieksekusi setelah mendengar pengumuman lelang. “Untuk total karyawan kami saat ini ada 129 karyawan dan semua pekerjaan kami juga diawasi, bahkan kemarin kami sempat memberikan keterangan ke KPK terkait status lahan di lokasi lama. Jadi kami tak bisa kerja asal – asalan juga,” imbuh Wellem. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *