DP2AD Papua Minta Pelaku Usaha Bantu Pendidikan

Pertemuan Kepala DP2AD Provinsi Papua Christian Sohilait bersama kepala Sekolah SMA/ SMK se-Jayawijaya di Aula SMA Negeri 1 Wamena, Selasa (4/2). (Denny/ Cepos)

  Sohilait juga menyatakan, ketika masalah -masalah klasik ini masih ada jangan harap guru bisa mengajar 8 jam di sekolah, yang mengajar jauh pasti akan berpikir apakah masih ada angkutan dari Distrik Bolakme ke Wamena. Ini yang terjadi, belum lagi guru berpikir perjalanan ke Jayapura untuk mengurus kenaikan pangkat ini kasihan mereka.

  “Saya sedang mengambil seluruh aspirasi dari guru -guru di semua kabupaten yang ada di Papua, dan untuk membuat potret masalah ini dan nantinya bisa diselesaikan dan  saya pikir pendidikan di Papua akan sedikit lebih maju,”tuturnya.

  Di tempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Walden Hood Sinaga mengakui jika, untuk merecoveri atau melihat sekolah yang kena dampak kerusuhan data itu sudah dan sekarang masuk pada pemulihan. Kebutuhan itu masuk dalam APBD, Bantuan Provinsi dan juga dari pusat, dimana sekolah sekolah yang berdampak ini ada yang rusak berat, sedang dan ringan.

  “Saat ini sudah hampir semua sekolah telah diperbaiki dengan bantuan Pemda Jayawijaya dan swadaya dari sekolah sendiri itu yang kami laporkan kepada Provinsi Papua dalam pertemuan ini,”paparnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *