Senang Bicara Kebangsaan

Jenazah Gus Sholah tiba di rumah duka di Jombang. HARIYANTO TENG/JAWA POS

Kesan Presiden tentang Gus Sholah

JAKARTA, Jawa Pos – Gerimis Jakarta kemarin pagi (3/2) mengiringi keberangkatan jenazah KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menuju bandara Halim Perdanakusuma. Keergiannya menyisakan duka bagi bangsa Indonesia. sebelum jenazah diberangkatkan, Presiden Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin bergantian melayat ke rumah duka di Jalan Bangka Raya Jakarta Selatan.

                Jokowi tiba di kediaman pukul 07.34. Dia disambut putra pertama Gus Sholah, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid. Kemudian, mengikuti prosesi salat jenazah yang dipimpin imam besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar. Kemudian dilanjutkan pembacaan Yasin dan tahlil di depan jenazah. Selang beberapa menit, wantan wapres Jusuf Kalla tiba di rumah duka dan bergabung bersama Jokowi.

                Dalam kesempatan itu, atas nama pemerintah dan masyarakat, Jokowi menyampaikan duka cita atas berpulangnya adik kandung KH Abdurrahman Wahid itu. ’’Beliau (Gus Sholah) adalah cendekiawan muslim yang menjadi panutan kita bersama, dan tentu saja kita semuanya rakyat Indonesia sangat kehilangan atas berpulangnya beliau,’’ terangnya kepada para wartawan di depan rumah duka.

                Pertemuan terakhir antara Presiden dan Gus Sholah yang terpublikasi terjadi pada 18 Desember 2018 lalu. Yakni, Saat Presiden berkunjung ke Ponpes Tebuireng. Sekaligus berziarah ke makam KH Hasyim Asy’Ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid. Sekaligus meresmikan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari.

                Setelahnya, Presiden menyebut bahwa dia dan Gus Sholah juga bertemu di istana kepresidenan. ’’Intinya beliau banyak menyampaikan mengenai keislaman, keindonesiaan, saya kira hal-hal yang berkaitan dnegan keislaman dan kebangsaan itu yang sering disampaikan,’’ lanjutnya. Gus Sholah, tambah Jokowi, memberikan banyak pesan kepada bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *