Pimpinan PD Irian Bhakti Didemo

Para pendemo yang berasal dari karyawan, keluarga dan pensiunan pegawai PD Irian Bhakti melakukan aksi demo di halaman kantor Irian Bhakti, Senin (3/2). Mereka meminta pimpinan perusahaan haruslah orang asli Papua.(Gamel Cepos)

Jika Ada SK Gubernur, Dirut PD Irian Bhakti Siap Turun

JAYAPURA – Tak puas dengan kinerja sekaligus meminta pimpinan perusahaan harus orang asli Papua, sejumlah pegawai, keluarga dan pensiunan PD Irian Bhakti melakukan aksi demo dengan tiga tuntutan. Pertama mereka meminta pimpinan perusahaan daerah ini haruslah orang asli Papua, kedua meminta perusahaan segera membayarkan hak-hak yang sudah 2-3 tahun tak dituntaskan dan meminta PD Irian Bhakti bekerja sesuai SOP, menjauhi nepotisme.

Aksi ini langsung diterima oleh tiga pimpinan PD Irian Bhakti yakni Direktur Utama, Wellem Karinda, Rianto Siregar dan Alex Meteray. Pendemo awalnya kumpul di parkiran SIP kemudian berjalan ke kantor PD Irian Bhakti dan langsung membentangkan spanduk maupun poster. “Ada sejumlah persoalan yang selama ini terjadi dan tak dituntaskan, tapi dari semua kami meminta pimpinan diganti. Kami ini subjek dan bukan objek pembangunan,” kata koordinator aksi, David Maker dalam orasinya di depan kantor PD Irian Bhakti Jayapura. Pihaknya juga meminta penunjukkan SK pejabat kolektif itu dibatalkan.

“Dasarnya apa pejabat dibuat kolektif lalu sistem koordinasi yang ada saat ini juga hanya sampai di kabag sedangkan buruh di lapangan tidak mengetahui termasuk kontrak jatah beras PNS yang hingga kini belum direalisasikan. Kami juga ingin  menjadi tuan di atas negeri sendiri,” jelasnya. Terkait pendistribusuan beras yang bermasalah ini dibenarkan salah satu ASN dari dinas P dan P Kabupaten Lanny Jaya yang menyebut bahwa dirinya dalam satu tahun kadang hanya  menerima 3-4 kali jatah beras dan itupun diambil di Wamena.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *