Pilkada Merauke Diminta Beri Kesempatan OAP

JUMPA PERS- Dari Kanan ke kiri, Koordinator Forum kandidat Merauke Baru atau Poros Tengah Politik Merauke, Fransiskus Kapisa, Ketua Pemuda Marind Fransiskus Ciwe, dan anggota DPRD Kabupaten Merauke Fransiskus C. Sirfefa, saat memberikan keterangan pers di salah satu kafe di Abepura, Sabtu (1/2). (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 belum secara singnifikan menyebutkan bahwa bupati dan wakil bupati atau wali kota dan wakil wali kota di Papua harus orang asli Papua (OAP), tetapi demi menjalankan roh dari semangat otsus, maka sebenarnya tak ada alasan jika pemilukada (pilkada) di berbagai daerah yang ada di Papua diberikan kesempatan kepada orang asli Papua (OAP) untuk menjadi tuan di negerinya sendiri.

   Karena itu,  Forum Kandidat Merauke Baru atau Poros Tengah Politik Merauke,   mendorong agar pilkada di Kabupaten Merauke   dapat berjalan dengan aman, nyaman dan lancar, tetapi lebih dari itu mendorong agar orang asli Papua (OAP) bisa mengambil bagian dalam pertarungan politik pada pilkada pada bulan September 2020 di Kabupaten Merauke nantinya.

   “Ini merupakan pergumulan bagi seluruh anal-anak negeri yang ada di tanah Papua. Dimana hak politik OAP sudah diambil alih di bumi cenderawasih. Langkah-langkah seperti ini akan membutuhkan karakter OAP dan kedepan hal ini bisa menjadi konflik horizontal dan konflik vertical, karena pemerintah tidak mampu memproteksi OAP,”ungkap Koordinator Forum kandidat Merauke Baru atau Poros Tengah Politik Merauke, Fransiskus Kapisa, saat memberikan konferensi pers kepada wartawan di salah satu kafe di Abepura, Sabtu (1/2).

  Senada dengan itu, Ketua Pemuda Marind yang juga merupakan salah satu bakal calon (balon) kandidat Bupati Merauke, Fransiskus Ciwe mengatakan, ada beberapa partai politik (parpol) sudah melakukan survei dan dirinya merupakan salah satu korban yang sengaja dimainkan.     

   “Pada saat survei dilakukan, saya tidak dimasukan dalam proses survei itu. Sedangkan kandidat lain yang tidak diikutkan di sana mereka masukan nama di sana dalam survei dengan alasan sebagai metodologi dan lain sebagainya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *