Ladang Ganja Seluas 1 Hektar Ditemukan di Waris

Ladang Ganja di Waris

Kapolres Keerom AKBP. Bakhtiar, Joko Mujiono,SIK, MM bersama jajaran saat memperlihatkan tanaman ganja yang ditemukan diladang seluas 1 Hektar bersama dengab pelaku pemilik ladang berinisial LS. Sabtu (1/2) (Foto: Polres Keerom for Ceposonline)

KEEROM-Ladang Ganja seluar 1 hektar, berhasil ditemukan  Kepolisian Resort Keerom di Kali Lapar 1, Kampung Kali Mo, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Sabtu (1/2) kemarin yang dipimpin langsung oleh Kapolres Keerom AKBP. Bakhtiar Joko Mujiono.

Dalam penemuan itu, tak tanggung-tanggung 56 batang pohon ganja berbagai ukuran berhasil diamankan beserta pemilik ladang berinisial LS yang kebetulan berada di ladang tersebut, dimana sebelumnya kepolisian telah mengantongi nama dari pemik ladang usai menangkap seorang pengedar di Arso.

Kapolres Keerom AKBP.Bakhtiar Joko Mujiono, SIK, MM saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan ladang tanaman narkotika Jenis ganja di Distrik Waris kemarin, dimana dari 56 pohon ganja itu dati ukuran 3 meter, 2 meter, 1,5 meter, 1 meter, 1/2 meter bahkan ada yang masih berupa bibit yang baru tumbuh atau ditanami.

“Kamarin kita bagi 2 tim karrna informasinya ada dua lokasi ladang ganja, namun setelah di lakukan pengecekan hanya Tim 1 yang berhasil menemukan ladang ganja itu,” ungkapnya Kepada Cepos Online minggu (2/2) kemarin.

Kapolres juga mengakui jika adanya ladang ganja itu karena daerah waris merupakan perbatasan dengan PNG, sehingga para pelaku yang diamankan ini, mengaku jika bibit ganja tersebut didapatkan dari PNG dan ditanami disana, sehingga disinyalir kemungkinan masih ada ladang ganja yang lainnya di kabupaten Keerom.

“Kami mensinyalir masih ada ladang ganja yang lain, karena berdasarkan penangkapan yang dulu-dulu masih ada beberapa tempat yang mungkin kembali ditanami.”bebernya.

Ia juga memastikan, jika srlama ini polres keerom terus melakukan upaya baik itu sosialisasi kepada masyarakat khususnya anak sekolah dan penindakan kepada para pelaku pengedar, namun masih tetap marak natkotika ini beredar.

“Kita sudah sering lakukan sosialisasi agar anak usia sekolah ini menjahui narkotika ganja ini dan tidak menggunakannya,” tutup Bakhtiar. (jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *