Bebas Visa Dihentikan, Penerbangan Distop

Sebanyak 238 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, China turun dari pesawat setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). WNI yang dievakuasi dari Wuhan tersebut kemudian diterbangkan kembali menuju Ranai, Natuna untuk menjalani observasi. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

243 Orang WNI  Dipulangkan dari Kota Wuhan

JAKARTA, Jawa Pos-Pemerintah akhirnya mengambil langkah tegas menghadapi wabah 2019-nCoV di Tiongkok. Kebijakan bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga negara Tiongkok yang tinggal di mainland Tiongkok dihentikan sementara. Penerbangan dari dan menuju Tiongkok pun ditunda.

Hal itu diputuskan usai rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (2/2). Setidaknya ada enam poin yang disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dari hasil rapat yang digelar.

Diantaranya, soal keputusan pemerintah untuk menunda sementara penerbangan langsung dari dan menuju daratan Tiongkok. Retno mengatakan, penghentian sementara ini bakal dilaksanakan mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB.

Kebijakan ini pun kemudian diikuti dengan pelarangan masuk bagi turis dari Tiongkok ke Indonesia, walau hanya sekadar transit. Ini berlaku untuk semua pendatang yang tiba dari daratan Tiongkok dan sudah berada di sana selama 14 hari.

Bukan hanya itu, pemerintah juga langsung menghentikan kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga Tiongkok yang bertempat tinggal di sana. ”Pemerintah juga meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland RTT,” tegasnya. Kebijakan ini bersifat sementara hingga situasi di Tiongkok kembali kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Retno juga menyinggung mengenai proses evakuasi WNI yang sudah dilakukan. Retno menyampaikan, bahwa 243 orang WNI, termasuk 5 tim aju yang dipulangkan dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok sudah tiba dengan selamat di Natuna, Kepulauan Riau. Di sana, mereka akan melalui masa observasi selama 14 hari.

Masa observasi ini, kata dia, juga akan dilakukan oleh 42 tim penjemput WNI dari Wuhan. Sehingga total orang yang akan menjalankan obeservasi adalah 285 orang. ”Sampai saat ini alhamdulilah mereka dalam kondisi sehat,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.