Tak diberi Uang, Ibu Dibogem Anak Kandung

Helena Demetouw, korban penganiayaan anak kandung,usai melapor peristiwa yang dialaminya ke polsek Depapre, Sabtu (1/2), siang.

SENTANI-Sungguh tidak terpuji aksi bejat yang dilakukan oleh seorang pria berinisial ED (42), di Depapre. Dia dilaporkan kepolisi karena kasus penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri, lantaran sang ibu tidak memberinya uang saat diminta oleh pelaku.

Korban yang bernama Helena Demetouw (64) yang sudah menginjak usia senja ini harus menerima bogem mentah dari anak yang dilahirkanya itu, Jumat (31/1), sore.

Kasus penganiayaan anak terhadap ibunya ini tepatnya terjadi di Kampung Wambena Distrik Depapre Kabupaten Jayapura, Jumat, (31/1) sore.

Tidak terima dengan perlakukan sang anak, ibu Helena akhirnya melaporkan kasus ini ke polsek Depapre, Sabtu (1/2).

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH,. M.Si melalui Kapolsek Depapre Ipda Usriyanto, SE saat dikonfirmasi wartawan membenarkan terjadinya kasus penganiayaan yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya sendiri di Kampung Wambena Distrik Depapre.

“Awalnya pelaku mendatangi rumah korban dalam keadaan mabuk, kemudian meminta uang sebesar Rp2.000.000 (dua juta rupiah) kepada korban. Akan tetapi korban menolak memberi dengan alasan tidak memiliki uang,” katanya. Selanjutnya pelaku mengambil alat tajam berupa parang hendak menganiaya ibunya itu. Beruntung, aksi pelaku terlihat oleh saksi Yohanis Demetouw (30) yang sempat berusaha menahan pelaku. Disaat itu korban langsung melarikan diri dari rumahnya, namun pelaku mengejar dan mengayungkan parang ke arah korban dan hanya mengenai tiang listrik. Korban yang ketakutan kemudian terjatuh sehingga pelaku langsung memukul korban pada bagian muka dan dada dengan menggunakan tangan.

“Siang tadi korban datang ke Mapolsek Depapre untuk membuat Laporan Polisi, sehingga ditindak lanjuti dan langsung dibuatkan Visum, berdasarkan keterangan dari korban diperoleh informasi juga bahwa pelaku sudah sering kali melakukan penganiayaan sehingga korban meminta agar kasus tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, pelaku masih dalam pengejaran polisi. Pihaknya juga sudah menghimbau kepada para pihak keluarga agar bisa menginformasikan jika melihat pelaku ataupun dapat membantu menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian.(roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *