Orang Tua Pukul Guru Diselesaikan Kekeluargaan

Thiasoni   Betaubun,  S.Sos, M.Pd, MM (Sulo/Cepos)

  Thiasoni menjelaskan, permasalahan  sehingga  pemukulan terjadi   ketika  korban memberitahukan kepada anak dari  pelaku   saat di sekolah  untuk apel. Namun  cerita anak  tersebut ke orang tua lain  dan   orang  tua merasa  anaknya  dipukul  oleh korban sehingga menemui korban  dan melakukan penganiayaan tersebut.

   “Tapi  hal  ini sebenarnya biasa. Hanya   untuk hari ini, anak sekolah kalau dimarahi guru salah, dicubit salah. Karena itu, sekarang  kita betul-betul memberikan  penjelasan  yang baik  tentang peranan guru di sekolah. Kalau tidak, nanti  guru marah ke siswa  sudah salah. Cubit salah. Kalau  anaknya nakal maka peranan orang tua dan guru harus  komitmen , bahwa jam sekolah   anak diserahkan ke  guru. Sehingga  guru bisa membina dan mendidik.  Kalau    tidak, nanti   guru tinggal mengajar saja. Tidak mau   lagi  didik anak-anak kita,’’ katanya.

   Thiasoni  menambahkan   bahwa  dirinya sudah meminta kepada   guru  jika ada   masalah  anak di sekolah  dan memiliki  nomor  yang bisa dihubungi  untuk memberitahukan  keadaan anak  tersebut disekolah.  Sementara  orang tua  juga  harus memperhatikan  anak ketika sudah pulang sekolah. ‘’Kita juga minta kepada  para orang tua apabila ada masalah di sekolah, coba   tanya kepada anak. Jangan   langsung main  hakim sendiri.  Kalau  main hukum sendiri, nanti   guru-guru  takut  dalam mengajar dan mendidik anak di sekolah,’’ tambahnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *