Pulang Rumah, Guru dan Istrinya Dibegal Residivis

Dua  pelaku begal terhadap seorang guru dan istrinya ketika menjalani sidang perdana  di Pengadilan Negeri Merauke, Rabu (29/1). (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Nasib naas dialami Antonius Wokanubun. Pasalnya, korban yang berprofesi   sebagai guru ini dibegal oleh seorang residivis bersama dengan temannya  saat  korban  sedang dalam perjalanan pulang  dengan  istrinya Yohana  Ngamel  di    pintu Air,  Payum, Kelurahan  Samkai Merauke  pada  bulan September 2019 lalu.

    Kedua   korban  yang dibegal   oleh pelaku DG  (24) bersama  temannya  berinisial  PR  (20) ini terungkap   dalam sidang  perdana yang digelar  di Pengadilan  Negeri Merauke, Rabu (29/1). Sidang tersebut  dipimpin   Hakim Anggota Rizki Yanuar, SH, MH.

   Jaksa Penuntut Umum Sebastian     Handoko, SH, mengungkapkan bahwa   kasus  begal  ini  berawal saat korban sedang dalam perjalanan dari kota menuju rumahnya di  Payum. Namun sampai  di pintu air di  Payum, ujung jalan Kamizaun, tiba-tiba    korban dihadang dan terdakwa PR mengayunkan parang mengenai kap motor korban.  Korban dan istrinya  langsung terjatuh dari  motor.

   Selanjutnya   terdakwa   PR mengayun-ayunkan parang tersebut yang mengenai   pergelangan tangan Yohana.  Saat itu,  korban  Antonius berusaha  bangun dan berusaha menangkap  terdakwa PR namun usaha korban gagal.  Terdakwa   PR kembali mengayunkan parang tersebut  yang mengenai pelipis kiri  korban Antonius.

  Terdakwa   DG, lantas meminta  tas milik  korban Yohana  yang isinya HP dan surat-surat yang ada di  dalam  tas tersebut.  Tak puas, DG meminta uang kepada korban   Antonius.  Korban  Antonius  yang  melihat    benda tajam  disisipkan di pinggang terdakwa   DG  memberikan uang Rp 50.000, namun  terdakwa DG  masih  meminta  dan korban memberikan  lagi Rp 300.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *