Rapat DPR Tegang, Sidang Skor Dua Kali

Suasana rapat paripurna DPRP membahas pendistribusian fraksi dan alat kelengkapan dewan di ruang sidang DPRP, Selasa (28/1). Rapat diskor dua kali dan diwarnai ketegangan. (Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Proses sidang atau rapat paripurna DPR Papua dengan agenda penetapan pendistribusian anggota fraksi ke dalam alat kelengkapan dewan pada Selasa (28/1) berlangsung tegang. Ini lantaran terjadi tarik ulur antara pimpinan sidang dengan dua fraksi yakni Fraksi Demokrat dan Fraksi Gabungan 2.    Pasalnya keduanya tak hadir dalam sidang tersebut sehingga untuk belum bisa dilakukan penetapan. Bahkan Yulianus Rumboirussy selaku pimpinan sidang harus menskor agenda rapat dua kali untuk menunggu keputusan dari dua fraksi tadi.

Fraksi Demokrat sendiri belum mengajukan daftar yang akan didistribusikan ke alat kelengkapan dewan sedangkan Fraksi Gabungan 2 sudah menyerahkan namun saat akan dimulai sidang memilih untuk menarik kembali. “Saya pikir kita patut menghargai anggota yang lain. Ada pekerjaan yang harus segera dikerjakan dan ini akan sulit jika belum ada alat kelengkapan dewan,” kata Rumboirussy saat skor, Selasa (28/1).

Apalagi sidang hari ini sempat tertunda untuk memberi waktu kepada partai Demokrat yang sempat meminta agar sidang hari Jumat ditunda ke hari Selasa. “Nah disaat waktunya sudah diikuti malah tidak hadir,” kata Rumboirussy.

Ia juga meminta kesepakatan 8 fraksi apakah tetap melanjutkan sidang atau ditunda dan ternyata 5 fraksi meminta melanjutkan. Disini Rumboirussy sempat bersitegang dengan Wakil Ketua Fraksi Demokrat, Thomas Sondegau yang saling membantah. “Kami minta pimpinan sidang lengkap baru kami akan hadir, ini bicara kebersamaan dan pendapat kami tolong dihormati,” teriak Thomas.

Mendengar ini Rumboirussy mengatakan bahwa seharusnya Fraksi Gabungan 2 dan Fraksi Demokrat juga menghargai anggota lain yang ingin menuntaskan agenda ini. Ketua DPR Papua, Johny Banua mengatakan sudah menghubungi semua pimpinan via telepon untuk mengingatkan agenda sidang. “Silahkan masyarakat yang menilai siapa yang mau kerja dan siapa yang tak hadir sebab kami sudah hubungi dan sepakati soal agenda rapat ini,” singkatnya. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *