Komnas HAM Anggap Upaya Negara Federal Tepat

Eliasy Ayakeding didampingi rekannya menunjukkan surat dari Komnas HAM kepada  wartawan di Abepura, Selasa (28/1) (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Presiden Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB), Forkorus Yaboisembut menyampaikan apresiasi terkait respon Komnas HAM Republik Indonesia yang menjawab salinan gugatan judicial review NFRPB ke Mahkamah Konstitusi. Dalam balasan surat nomor 1251/SPPP/XII/2019 yang ditandatangani salah satu komisioner, Amuriddin, pihak Komnas HAM menyebut telah menerima surat dari NFRPB nomor 02.12/IX/2019 tertanggal 20 November  2019  tentang penyampaian salinan materi Judicial Review  ke MK terkait aneksasi wilayah Papua dengan disertai tindakan kekerasan yang dilakukan oleh TNI.

Nah sudah judicial review ini dikirim ke MK sekaligus tebusan ke beberapa lembaga termasuk Komnas HAM  Republik Indonesia. Pihak Komnas  sendiri dalam tanggapan suratnya menyebut jika pihaknya telah mempelajari dan berpendapat jika langkah NFRPB untuk menempuh proses hukum dengan judicial review melalui MK adalah tepat. Karenanya Komnas HAM tidak dapat melanjutkan pemeriksaan karena terdapat upaya yang lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan. Ini sesuai dengan pasal 91 ayat 1 huruf d undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang HAM.

“Atas  nama bangsa Papua danjuga presiden NFRPB kami ucapkan terimakasih dari respon yang dikirim kepada kami. Ini menjawab bahwa langkah yang kami ajukan tak salah,” kata Forkorus lewat rilis yang dibacakan Kepala Kepolisian NFRPB, Elias Ayakeding di Abepura, Selasa (28/1). Ia menyatakan bahwa dari jawaban Komnas HAM ini NFRPB akan terus memperjuangkan apa yang menjadi tujuan. Upaya yang dilakukan dengan menempuh jalur hukum ini juga disebut sebagai upaya yang ujung-ujungnya berkaitan dengan penegakan nilai- nilai HAM itu sendiri.

“Presiden membaca surat Komnas isinya Komnas HAM telah mempelajari bahwa benar ada aneksasi wilayah Papua dan dokumen yang kami ajukan sangat lengkap dan mereka tak akan melakukan pemeriksaan dikarenakan upaya yang  kami lakukan tadi,” imbuhnya. Elias juga membenarkan bahwa sidang di MK masih berlangsung dan hari ini (Rabu, 29/1) proses sidang akan dilanjutkan. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *