Sepi Tapi Ruang Kepsek SMP N 13 Terbakar

Tim pemadam kebakaran bersama warga dan anggota Polsek Abepura melakukan pemadaman api di ruang kepala sekolah SMPN 13 Organda, Padang Bulan, Ahad (26/1)

JAYAPURA – Meski tak ada aktifitas apapun di lokasi sekolah namun warga Perumahan Organda Padang Bulan justru dikagetkan dengan terbakarnya ruang kepala sekolah SMN 13 Jayapura.

Personil Damkar dan aparat kepolisian sektor Abepura yang bergerak cepat langsung meluncur ke TKP dan dibantu warga memadamkan api tersebut. Selang satu jam ini api berhasil dipadamkan dan untungnya tak merembet ke bagian gedung lain.

Kapolsek Abepura, AKP Clief Gerald Duwith SE, S.IK menyampaikan dari pemeriksaan saksi-saksi menyebutkan bahwa api mulai terlihat sekira pukul 11.40 WIT dimana saksi bernama Danil Mebri (52) sedang melintas di depan sekolah SMP Negeri 13 Jayapura dan melihat adanya kepulan asap dari dalam ruangan Kepala Sekolah SMP Negeri 13 Jayapura. Iapun langsung memberitahukan kepada saksi lainnya, Yuli Prayitno yang berstatus sebagai guru.

Mendengar penyampaian dari Danil Mebri, keduanya langsung menuju bangunan sekolah untuk memadamkan api namun api justru semakin membesar. Karena api semakin membesar inilah keduanya langsung menurunkan limit listrik agar tak terjadi konselting listrik.

Warga sekitar kemudian berbondong-bondong ikut membantu menggunakan alat seadanya. “Belum diketahui apa penyebab kebakaran sebab memang tak ada aktifitas karena ini hari minggu. Untungnya yang terbakar hanya 1 ruang dan tidak merembet,” kata AKP Duwith dalam pesannya, Ahad (26/1).

Tak lama disebutkan piket fungsi Polsek Abepura yang mendapat laporan dipimpin Kapolsek Abepura tiba dilokasi. Selang 10 menit kemudian 4 unit mobil pemadam kebakaran Kota Jayapura ditambah 1 unit mobil watersuplay Unit Kota Jayapura dan 1 unit mobil milik Lapas Klas II A Abepura tiba di TKP dan ikut memadamkan api.

“Sekitar pukul 12.45 WIT akhirnya api berhasil dipadamkan dan saat ini kami sendiri belum mengetahui pasti apa penyebabnya dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Saat ini saksi-saksi masih kami periksa,” pungkas Clief Gerald. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *