Air Meluap Akibat Drainase Tersumbat Sampah Plastik

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, Msi saat mengecek saluran Pembuangan air di Jalan Gatot Subroto yang tersumbat dengan banyaknya sampah plastik yang dibuang, Sabtu (25/1). (Denny/ Cepos)

WAMENA – Saluran air atau drainase dalam Kota Wamena dipastikan akan meluap setiap hujan deras mengguyur Kota Wamena.  Hal ini disebabkan, karena banyaknya sampah plastik yang dibuang masyarakat sehingga menyebabkan drainase menjadi tersumbat.

Menyikapi masalah ini, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua turun langsung kelapangan bersama kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayawijaya Max Hattu untuk memeriksa beberapa saluran pembuangan air dari Kota hingga sampai ke Kali balim yang tersumbat. Bupati mendapati  beberapa masalah itu tak hanya drainase tersumbat, namun juga dari beberapa pembangunan yang masih dilakukan.

  “Kenapa setiap hujan pasti di beberapa titik dranase ada air yang meluap, ini karena di beberapa titik saluran pembuangan yang sampai di Kali Baliem yang melewati runway bandara itu tersumbat dengan banyaknya sampah plastik,”tegasnya Sabtu (25/1) kemarin.

   Karena itu,  Senin (27/1) hari ini, Bupati memerintahkan untuk dibersihkan.  Sebenarnya, setiap tahun pemerintah terus -terusan membersihkan saluran yang selalu tersumbat dengan sampah.

  “Kita lihat saluran Drainase depan Mall Wamena ini selalu meluap ketika hujan dan air selalu menggenangi badan jalan, ini yang mungkin perlu kita bersihkan pada Senin besok sehingga tak ada lagi penguapan air ke badan jalan,”katanya.

  Menurut Banua, ia sudah selalu mengimbau kepada masyarakat Jayawijaya untuk tidak membuang sampah plastik itu sembarangan atau dibuang dalam saluran-saluran Drainase atau kali -kali kecil dalam kota, karena akibat sering dibuang sembarangan akhirnya terjadi penyumbatan.

  “Nanti kalau sudah terjadi penyumbatan apabila terjadi hujan besar dan terjadi banjir pasti masyarakat akan ribut, padahal kesadaran warga untuk tidak membuang sampah plastik ini masih sangat rendah, saya berharap kerjasama masyarakat untuk tidak membuang sampah plastik di saluran pembuangan,”bebernya.

   Bupati mengaku akan melihat kembali penggunaan plastik di pertokoan, kios di Kota Wamena ini. Ia juga mengaku akan memberdayakan masyarakat yang perduli akan sampah pelastik yang kian memprihatinkan ini dengan membuat bank sampah.

   “Kita akan memberikan harga bagi sampah botol plastik ini seperti yang ada di Jayapura, dan untuk pengirimannya kita akan membantu mengangkut bank sampah plastik ini keluar Wamena atau transportasinya, dengan begitu ada lapangan pekerjaan bagi mereka yang mengepul sampah botol plastik ini,”katanya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *