Caleg di Sarmi Gunakan Ijasah Palsu, Resmi Jadi Tersangka

Yuli didampingi sekretaris Perindo Kabupaten Sarmi saat menyampaikan keterangan pers di Sentani, Jumat (24/1), terkait dugaan penggunaan ijazah palsu dari oknum caleg di Sarmi saat pileg 2019 lalu.(Robert Mboik Cepos) 

 

SENTANI-Seorang warga Sarmi atas nama Yuli telah melaporkan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah satu Calon Legislatif, (Caleg) Partai Perindo berinisial C yang ikut bertarung dalam pileg 2019 lalu. Saat ini, kasus itu sedang bergulir di Polres Sarmi dan polisi sudah menetapkan dua tersangka dari kasus itu.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka hanya saja sampai saat ini belum juga dinaikan ke pengadilan,” kata Yuli kepada wartawan di Sentani, Jumat (24/1).

Atas kondisi ini, Yuli sangat menyayangkan langkah pihak Polres Sarmi yang tidak segera menaikan kasus itu kepengadilan. Pihaknya juga mempertanyakan alasan polisi yang tidak menahan tersangka. Mirisnya lagi, dengan statusnya sebagai tersangka atas dugaan ijasah palsu saat mendaftar sebagai caleg Perindo waktu lalu, oknum C ini berdasarkan informasi yang beredar ditengah masyarakat sarmi, bahwa yang bersangkutan akan dilantik sebagai anggota dewan terpilih peeiode 2019-2024, meskipun kini yang bersangkutan menyandang status tersangka dugaan penggunaan ijazah palsu.

“Saat ini yang bersangkutan sudah tersangka bersama rekannya yang membuat ijazah palsu dan itu kami juga sudah menerima SP2HP,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum pelapor, atas nama Yulianto menegaskan, kasus dugaan Ijasah palsu tersebut sebenarnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sarmi juga harusnya bisa melapor. Kendati demikian, dia tidak mengurainhal itu terlalu jauh. Pada intinya kata dia, saat ini sudah ada laporan maayarakat ke polisi dan silahkan dibuktikan saja dipengadilan. Kemudian saat ini juga yang bersangkutan dalam hal ini terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka melalui gelar perkara. Berartikan sudah memenuhi unsur pidana.

“Dari awal kasus inikan sudah ada pengaduan, cumakan diping pong to, dipimpongnya bagaimana bisa ditanyakan sama mereka (penyidik,red). Justru sekarang kalau yang bersangkutan sudah jadi tersangka, KPU sudah bisa menganulirkan,” tegasnya.

Selanjutnya, Kasatreskrim Polres Sarmi, Muhammad Lalang yang dihubungi wartawan terkait kasus tersebut, membenarkan adanya pengaduan masyarakat terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Caleg C selama proses pendaftaran caleg di 2018. Dia juga mengakui, jika saat ini oknum C dan rekannya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia juga enggan membeberkan terlalu detail mengenai persoalan itu.

“Sudah ditetapkan tersangka, tapi tunggu pelantikan dulu (baru dilanjutkan) karena alasan kambtibmas,” tambahnya. (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *