Ancaman Jeratan UU Pangan Bukan Isapan Jempol

Salah satu tersangka pembuat Balo yang ditangkap di jalan Irian oleh anggota Polres Jayawijaya hingga saat ini masih diamankan di Rutan Polres Jayawijaya dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejaksaan. (Denny/ Cepos)

4 Wanita dan 3 Pria Pembuat Balo Siap Dilimpahkan

WAMENA- Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen menegaskan ancaman penggunaan pasal undang -undang pangan kepada para pelaku pembuatan miras yang sering beredar  di Jayawijaya bukan isapan jempol.  Polres Jayawijaya akan mengawal hingga kasus ini dilimpahkan ke kejaksaan bahkan sampai nanti akan dilakukan persidangan.

  “Kami buktikan penggunaan undang -undang pangan bukan isapan jempol saja atau hanya ancaman saja, saat ini ada 7 orang pelaku yang diantaranya 4 orang perempuan dan 3 orang laki -laki akan kami limpahkan ke kejaksaan dalam waktu dekat ini,”tegasnya kamis (23/1) kemarin kepada Cenderawasih Pos.

   Ia menyatakan jika 7 orang tersangka kasus pembuatan miras ini, Kata Rumaropen, saat ini masih berada di rutan Polres Jayawijaya guna menyelesaikan pemberkasannya sebelum dilimpahkan, dengan pasal undang -undang pangan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

   Secara terpisah Kasat Narkoba Polres Jayawijaya Ipda Ismunandar menyatakan, kemungkinan dalam minggu depan 7 orang tersangka pembuat minuman keras mungkin dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama ini atau minggu depan pihaknya akan melakukan menyerahkan para terangka ini kepada kejaksaan. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *