PH:  Fakta Persidangan, Terdakwa Tak Terbukti Curi Komputer

Terdakwa Oktovianus Hisage, saat mengikuti persidangan dengan agenda pembacaan nota pembelaan oleh Penasehat Hukum (PH) di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (23/1).(Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Sidang lanjutan kasus kerusuhan yang terjadi di Jayapura pada tanggal 29 Agustus 2019 kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (24/1).

Sidang ini dipimpin langsung oleh Majelis Hakim Ketua, Alexander Tetelepta, SH, Majelis Hakim Anggota I, Roberto Naibaho, SH, dan Majelis Hakim II Korneles Waroi, SH dengan agenda sidang pembacaan nota pembelaan yang dilakukan oleh Penasehat Hukum (PH) Terdakwa.

Tim Advokat Untuk orang Asli Papua (OAP), Sugeng Teguh Santoso, SH, dalam nota pembelaan memohon agar Majelis Hakim (MH) yang memeriksa dan mengadili perkara agar berkenan memutuskan terdakwa Oktovianus Hisage tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian seperti yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kami minta kepada Majelis Hakim (MH), agar dalam putusan nanti dapat memutuskan bahwa terdakwa Oktovianus Hisage tidak terbukti dalam melakukan perbuatan yang melanggar hukum dalam dakwaan Pasal 363 Ayat (1) ke-2 KUHP sebagaimana dalam surat tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),” pintanya dalam surat nota dakwaan yang dibacakan dihadapan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (23/1).

Sebelumnya dalam surat tuntutan, JPU telah menunut terdakwa Oktovianus Hisage bersalah dan terbukti melakukan pelanggaran pidana dalam Pasal 363 tentang pencurian terhadap komputer di Kantor KPU Provinsi Papua dan dituntut 1 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *