Pedagang Buah Dilarang Jualan Sepanjang Jalan Ahmad Yani

Petugas  Satpol PP saat mendatangi pedagang  ada di  jalan Ahmad Yani  memberitahukan untuk tidak berjualan  di sepanjang jalan  tersebut, Kamis (22/1). Para pedagang  tersebut dilarang berjualan  di sepanjang jalan Ahmad Yani  Merauke. (Sulo/Cepos)

MERAUKE- Pemerintah   Kabupaten Merauke  melalui Satuan  Polisi  Pamong Praja  melakukan penertiban  terhadap  para pedagang  buah yang berjualan  di sepanjang jalan  Ahmad Yani Merauke,  Kamis  (22/1). Namun penertiban yang  dilakukan  ini baru sebatas  pemberitahuan   kepada  para pedagang   buah  tersebut.

  Kepala  Satuan Pamong  Praja Kabupaten Merauke Elias Refra, S.Sos, MM  saat dihubungi  media ini mengungkapkan bahwa langkah pertama yang  dilakukan   adalah dengan memberitahuan  terlebih dahulu  kepada pedagang  yang ada di sepanjang  jalan  Ahmad Yani  untuk tidak berjualan  di tempat tersebut.

  “Tahap pertama, kita sampaikan   secara baik-baik. Tapi kalau  nanti tidak diindahkan, maka kita   tertibkan secara paksa,’’ kata Elias Refra.

  Dikatakan, larangan  berjualan di sepanjang  jalan Ahmad Yani tersebut  karena  selain   kurang enak   dipandang mata, juga sering  menimbulkan   kotoran atau sampah.  Tak  hanya itu, jelas dia,  dengan adanya   pedagang  berjualan  di  pinggir jalan   tersebut bisa menimbulkan  kemacetan.

  “Kita  minta supaya  mereka berjualan di  pasar. Bukan   di pinggir-pinggir jalan,’’ katanya.   Soal adanya     penjualan  buah di   jalan Parakomando yang    juga pinggir  jalan,  Kasatpol Elias Refra menjelaskan   bahwa  pihaknya  tidak bisa menertibkan  karena     memiliki  izin dari pemerintah  daerah. ‘’Itu   ada izin dan ada retribusi   bagi  daerah. Kalau  tidak ada izin, dari dulu  kami sudah tertibkan,’’   terangnya.

   Namun   begitu, tambah Elias Refra,  untuk kuliner   yang ada di sepanjang  jalan Ahmad Yani  pada malam  hari  juga pihaknya akan  tertibkan. Terutama  untuk bangku dan meja  yang  masih ditaruh  di  pinggir jalan  Ahmad Yani   pada siang harinya. ‘’Kalau mereka tidak   bawa, nanti kita   angkut ke  kantor,’’ tambahnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *