Jangan Tunggu Gubernur Gelorakan PON

Thomas Sondegau (Elfira/Cepos)

JAYAPURA –  Atmosfir PON Papua ke 20 tahun ini kembali mendapat sorotan. Minimnya euforia atau atmosfir penyambutan pesta  olahraga 4 tahun sekali ini  lagi-lagi dipertanyakan. Dikatakan tak perlu menunggu gubernur untuk bisa menyemarakkan gelora PON di Papua mengingat suksesnya PON menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk sektor swasta.

“Saat ini bisa dibilang tersisa 275 hari dan masih banyak yang mempertanyakan soal kesiapan pemerintah  baik terkait penyelesaian venue termasuk  tanggungjawab Pemda Kabupaten yang akan menjadi tuan rumah,” kata Thomas Sondegau, salah satu anggota DPR Papua, Rabu (22/1).

Ia menyebut bahwa tanpa PON bisa jadi tak ada sarana atau fasilitas olahraga yang dibangun semegah ini sehingga  ketika ini sudah didorong oleh pemerintah maka semua sektor harus ikut bergerak. Thomas melihat bahwa pembangunan infrastruktur kini tengah digenjot  namun euforia kebanggaan bahwa PON digelar masih sangat minim.

“Kalimat saya jangan tunggu Gubernur baru semua bisa jalan. Jangan tunggu Gubernur baru semua bergerak. Harusnya ini  dengan kesadaran sendiri mengambil peran masing-masing. Kemarin saya lihat KNPI juga merekrut relawan tapi masih minim semangat juga sehingga bisa muncul pertanyaan sebanyak itu relawan buat apa saja,” sindirnya.

Thomas menyebut ada sekitar 6000 orang akan datang ke Papua dan berbagai perkembangannya penting untuk disampaikan ke media agar diketahui publik. Bagaimana dengan penginapan konsumsi, lalu persiapan penyambutannya.

“Sektor swasta juga jangan diam, hotel-hotel kami lihat belum memajang souvenir atau atribut tentang PON padahal mereka beroperasi di Jayapura yang nantinya juga akan jadi tuan rumah. Harusnya hotel, BUMN dan BUMD memasang apa yang berkaitan dengan PON itu sendiri, jangan harus diingatkan terus,” sindirnya. (ade/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *