Bupati Tolikara Diminta Tidak Menganti Kepala Kampung 

Kepala Suku Tolikara Mundawan Wanimbo bersama mahasiswa dan tokoh pemuda saat jumpa pers di Jayapura, Rabu, (22/1).

JAYAPURA – Masyarakat Kabupaten Tolikara menilai rencana Pemerintah Kabupaten Tolikara melakukan pelantikan kepala kampung di Kota Jayapura akan mengakibatkan konflik antar masyarakat karena sebagian masyarakat Tolikara  telah berpindah dari daerahnya ke Kota Jayapura terkait rencana pelantikan tersebut.
Kepala Suku Tolikara Mundawan Wanimbo mengatakan bahwa seharusnya pergantian Bupati itu bersamaan dengan pergantian kepala kampung dimana pada saat itu baru bisa diganti bukan seperti saat ini pemda mau ganti di tengah jalan.
Diceritakan Wanimbo Distrik Eliayam, Wunim Dan Air Garam itu mencoblos nomor 3 yang merupakan lawan politik Bupati dan jika usai pemilu dilakukan pergantian, hal itu dapat pihaknya terima tetapi hari ini semua pendukung Bupati terpilih yang telah menjadi kepala kampung mau diganti, ini yang menurut mereka akan menimbulkan masalah.
“Kami kepala suku meminta pergantian kepala kampung Kami adalah pendukung bupati dan wakil bupati dan sesuai dengan perjanjian politik waktu kampanye lapangan Merah Pitih bupati dan wakil bupati mengatakan bahwa kepala distrik dua periode dan kepala kampung dua periode dan hari ini kami masyarakat menuntut hal itu,” paparnya.
Ia mengatakan sebagai orang terdekat dari Bupati ia mengaku Apa yang dilakukan Bupati tersebut akan sangat merugikan masyarakat yang bisa membawa konflik antar warga.
“Kami satu keluarga tetapi hari ini saya berbicara atas dasar kebenaran karena kepala kampung ini mereka mau diganti tanpa prosedur yang jelas padahal masa jabatan mereka masih ada untuk itu keputusannya jangan sampai membuat masalah yang menimbulkan korban sehingga Kami menghimbau agar Bupati bisa lebih bijak berpikir hari ini tanpa harus mendengarkan bawahan yang tidak bertanggung jawab atas persoalan ini,” katanya.
Terkait hal ini Wanimbo mengatakan adanya isu Pelantikan kepala kampung bahkan telah Berangkatnya berapakah para kampung ke kota Jayapura membuat masyarakat resah dan mendatangi kota Jayapura dan ini bisa bermasalah untuk itu dirinya meminta agar pemerintah dan masyarakat mencari solusi bersama agar masyarakat tidak korban.

Menurutnya, Tolikara adalah rumah Bupati maka masalah kecil seperti ini jangan sampai merugikan Bupati ke depan.

Sementara itu mewakili mahasiswa  Kabupaten tolikara Hendrik Yikwa mengatakan Adanya isu pergantian kepala kampung di Kota Jayapura, masyarakat di Kabupaten tolikara berpindah ke kota Jayapura dalam jumlah besar.
” Masyarakat dari Tolikara banyak yang sudah tiba  di kota Jayapura dan ini bisa terjadi konflik maka kami mahasiswa mau itu jangan sampai ada konflik dan menimbulkan korban masyarakat Kabupaten Tolikara,” katanya.
Dia menegaskan bupati dan wakil bupati Jangan melakukan pergantian kepala kampung seenaknya tetapi harus mengikuti aturan yang berlaku maksimal 5 tahun baru dilakukan pergantian.
” Setelah 5 tahun baru dilakukan pergantian tetapi kenapa tiba-tiba langsung mau dilakukan pergantian kepala kampung, ini tidak boleh terjadi, Selain itu pergantian kepala kampung di Kota Jayapura ini merupakan wilayah hukum kabupaten/kota lain. Kami ingin jangan sampai masyarakat Tolikara  menjadi korban dengan keputusan yang salah yang dilakukan oleh bupati dan wakil hanya masalah kepala kampung ini,” katanya.
Dimus Wanimbo selaku Tokoh pemuda menilai rencana Pelantikan kepala kampung adalah tindakan yang benar-benar diluar dari aturan.
“Pergantian kepala kampung suda tidak beraturan, dan dalam pernyataan ini juga kami mau ingatkan kepada pihak keamanan agar sebelum terjadi persoalan ini menjadi konflik masalah ini harus segera diselesaikan sebelum terjadi,”katanya.
Bahkan dia menilai adanya pergantian SK tersebut tidak dilakukan oleh dinas terkait tetapi oleh oknum untuk melakukan pergantian kepala kampung dan hal ini menurut kami akan membuat marah masyarakat,
Sementara itu bupati kabupaten tolikara yang dihubungi Cenderawasih Pos melalui sekresis pribadinya sempat menjawab namun hingga berita ini diturunkan tidak memberikan penjelasan lebih lamjut terkait rencana Pelantikan kepala kampung tersebut.
“Saya sampaikam ke bupati dulu,” kata sekpri yang selanjutnya tidak ada kontak balik hingga berita ini diterbirkan, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *