The Spirit of Papua Gelar FGD untuk Mencari Solusi Konflik Papua yang Bermartabat

Direktur PLI Samuel Tabuni dan  Ketua Panitia FGD Jhon Wesly Marthinus Raunsay S.Th CBA dan panitia saat menyiapkan persiapan kegiatan FGD di Swissbell Hotel, Jayapura, Kamis, (23/1). Noel/Cepos

JAYAPURA –  Guna menyamakan persepsi dan mencari solisi terkait persoalan Papua, hari ini digelar Fokus Group Diskusi ( FGD) yang mengambil tema ‘Mencari Solusi Penyelesaian Konflik papua Secara menyeluruh dan Bermartabat, yang akan berlangsung di Swissbell Hotel, Jayapura, Sabtu (25/1).  Kegiatan ini  yang diselenggarakan oleh The Spirit of Papua  melalui tim kerja  pelaksana kegiatan Fokus Grup Diskusi ini, difasilitasi dan didukung oleh Papua Lenguage Institute (PLI) dibawah Yayasan Maga Education Papua.

Kegiatan ini dipastikan akan dihadiri Gubernur Papua dan Papua Barat, Ketua DPR Papua dan  Papua Barat,  Ketua MRP Papua dan Papua Barat, Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih, dan sejumlah tokoh masyarakat, praktisi, akademisi dan tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan  dari berbagai elemen masyarakat .

“Tujuan FGD ini adalah pertama mau menyamakan presepsi dan menyamakan pandangan melihat keseluruhan  persoalan di Papua secara utuh dan bermartanat,” kata Penanggungjawab Kegiatan Samuel Tabuni, yang juga selaku direktur umum Papuan Languages Istitute (PLI) di Jayapura, Kamis, (23/1).

Dia mengatakan, kondisi Papua hari ini masyarakat belum merasakan adanya solusi dan penyelesaian dari berbagai masalah dan konflik di Papua yang terus terjadi antara generasi dari masa integrasi sampai dengan saat ini, sehingga hal ini perlu dibicarakan, didiskusikan dan dicarikan solusi bersama.

” Kita (orang Papua)  terus dilanda konflik hampir setiap generasi. Kita dilanda konfilik dan ujungnya tidak ada, maka dengan adanya diskusi ini, kita bisa saling bertukar pikiran dan menyampaikan beberapa persoalan untuk mencari solusi bersama dari berbagai pandangan dan sudut pandang,” katanya.

Dikatakan, Papua hari ini sudah diberikan berbagai macam kebijakan khusus mulai dari Otsus dan kebijakan pembangunan, namun persoalan mendasar tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah pusat sehingga hal ini perlu didiskusikan agar orang Papua merasa ada keadilan.

” Walau pemerintah pusat  berikan Otsus dan kebaikan lain, tapi konflik itu ada terus, dan semakin meningkat, maka dengan kegiatan ini, mari kita mencari solusi secara terbuka dan profesional mengenai akar persoalan Papua yang mendasar,” katanya.

“Dari semua generasi pasti saja ada konflik , maka semua tokoh pemuda di DPR Papua, DPR RI, DPD, MRP, pemerintah provinsi dan kabupaten,  di lembaga TNI dan Polri, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Perempuan harus berdiskusi dan mencari solusi bersama, dan juga semua juga hidup di  Tanah Papua juga punya tangung jawab moral bisa hadir bersama,” ujarnya,

Ketua Panitia FGD Jhon Wesly Marthinus Raunsay S.Th CBA mengatakan, kegiatan FGD ini pembicara dalam perencanaan awal ada 15-16 berbicara, tapi kemudian ada satu yang tidak mengambil bagian yaitu dari Kontras. Pembicara yang akan diundang untuk berbicara yakni Rektor Uncen, tokoh Gereja seperti  Pdt Benny Giyai,  Gubernur Papua dan Gubernur Papua Barat, anggota MRP Papua dan Papua Barat,  dari DPR RI dan DPD , juga  dari beberapa lembaga-lembaga lainnya. termasuk pembicara dari LIPI sudah konfirmasi untuk hadir.

” Kedatangan peserta dari Jakarta kami sudah menyiapkan ransportasi  juga untuk modirator dari Media Indonesia. yang  pasti, persiapan sudah berjalan.  nanti kita semua sama-sama bisa melihat arah FGD seperti apa. dan yang perlu diketahui, legiatan ini tidak ada maksud lain, selain rasa kepedilian semata,  sehingga kami bergerak apa adanya dengan kesiapan panitia hanya dua minggu,” katanya, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *