Perusahaan Batching Plan di Yoka Dikeluhkan Warga

Aktifitas perusahaan Batching Plan dan kendaraan yang beroperasi pada Kamis (23/1) kemarin. Banyak warga mengeluhkan aktivitas kendaraan yang dianggap merusak rumah warga. Gamel/cepos

JAYAPURA – Operasional pabrik beton Batching plant yang digunakan untuk mencampur atau memproduksi bahan baku beton ready mix atau beton cair siap pakai dalam skala besar di Yola Kelurahan Heram, dikeluhkan warga.

Warga yang tinggal disekitar lokasi menyebut dari keberadaan pabrik tersebut banyak rumah yang rusak. Ada yg miring dan ada juga yang retak-retak. Ini tak lepas dari banyaknya kendaraan berat yang membawa beban keluar masuk melewati jalan yang hanya memiliki lebar sekitar 7 meter. “Kami protes karena setelah beroperasi sejak tahun lalu sampai sekarang ternyata berdampak pada rusaknya rumah kami. Banyak yang retak, miring bahkan ada juga bagian plavon yang roboh,” kata Amri, salah satu pemilik rumah yang mengaku ikut dirugikan dari aktifitas kendaraan milik perusahaan.

Senada disampaikan Pak Roland yang mengaku sempat protes langsung ke perusahaan. “Ada banyak warga yang terganggu. Kendaraan mereka kalau lewat itu kadang sampai jam 12 malam dan kencang-kencang. Saya tegur tapi tidak digubris,” kata Roland.

Kata dia ada beberapa bagian rumahnya yang retak dan telah diperbaiki dengan dana sendiri. “Tentu marahlah, rumah yang dulunya baik-baik saja tiba-tiba retak sana sini. Itu karena keberadaan perusahaan itu saja dengan kendaraan besar yang lewat-lewat,” jelasnya.

Sementara Komisaris PT Adi Karya, Hariyadi yang bertanggung jawab atas operasional Batching Plan ini tak menampik jika sebelumnya ada protes warga. “Sudah dua kali kami lakukan pertemuan dan memang ada keluhan itu. Tapi saat ini kami sudah buatkan jalan baru yang tidak melewati pemukiman warga,” jelasnya via telepon. Selain itu kata Hariyadi pihaknya bersedia mengganti kerugian yang dialami. “Nanti kami perbaiki,” singkatnya. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *