Kunjungi Papua, Duta Besar  Korea Anggap  Papua Teman Sejati

Duta Besar Korea Selatan Mr. Kim Chang Beom  saat tiba di  Merauke, kemarin.   (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Untuk pertama kalinya, Duta Besar Korea Selatan  untuk Indonesia  Mr. Kim Chang Beom  mengunjungi  Merauke.  Duta Besar  Korea Selatan Kim Chang Beom tiba di Merauke dengan menggunakan  pesawat  Garuda Indonesia sekitar  pukul 09.30 WIT. Saat  tiba di Merauke,  Kim Chang Beom disambut Bupati Merauke Frederikus  Gebze bersama jajaran  Forkopimda.   

  Sambutan  juga datang dari para petinggi  3 perusahaan asal Korea Selatan yang membuka  perusahaan  kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI) dan plywood.  Kepada wartawan di Merauke,  Duta Besar Korea Selatan  Kim Chang Beom  menjelaskan  bahwa Papua merupakan  teman sejati. “Masyarakat Papua menjadi teman  sejati,’’ katanya.

   Duta Besar Korea  Kim Chang Beom  mengaku jika  kedatangannya  ini merupakan yang  pertama di   Papua.  Ia pun merasa sangat senang karena  memiliki  kesempatan   untuk  berkunjung ke Papua sekaligus dapat  bertemu  dengan orang-orang yang ada di Papua,   khususnya  Merauke. Kim Chang Beom  mengungkapkan, bahwa  ada 3 perusahaan  besar ada di Papua yang  ketiga perusahaan itu  berada di Merauke. Ketiga  perusahaan  itu diantaranya Korindo dan PT BIA. “Mereka bekerja di bidang plywood, HTI dan kelapa sawit,” jelasnya.   

  Sebenarnya, lanjut dia,  di seluruh  Papua ada banyak  perusahaan asal Korea  namun khusus  di Merauke  ada 3  perusahaan besar tersebut. “Ketiga perusahaan  itu  berusaha bekerja sama dengan masyarakat yang ada di Papua  dan akan seterusnya. Saya berharap perusahaan-perusahaan ini terus bekembang lagi,” tandasnya.

  Menanggapi  salah satu pertanyaan wartawan apakah dirinya juga memiliki  saham di antara  perusahaan  asal Korea yang  berinvestasi   di   Papua  itu,  Kim Chang Beom   mengaku dirinya  tidak memiliki saham atau investasi  di antara  perusahaan  asal Korea yang  ada di Papua.   Namun sebelum menjadi Duta  Besar Korea Selatan, dirinya pernah  bekerja  di Indonesia antara 2003-2005. “Tapi sekali  lagi, saya pertama kali  mengunjungi  Papua ini karena ada kesempatan,” tambahnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *