Kabar Flu Wuhan Gemparkan Gedung BRI

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mendatangi kantor Huawei di Wisma BRI 2, Jakarta, Kamis (23/01). Menkes Terawan menegaskan tidak ada virus corona seperti info yang beredar sebelumnya. . BRI menyatakan telah melakukan pengendalian risiko keselamatan bagi pekerja BRI dengan memberikan masker untuk seluruh pekerja Kantor Pusat Bank BRI.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

            Kabar ini juga membawa Menkes Terawan berkunjung ke gedung yang berada di Jalan Sudirman tersebut. Begitu sampai di Gedung BRI II, terawan langsung menuju lantai 20. Di lantai tersebut terdapat kantor Huawei. Berbeda dengan tamu-tamu sebelumnya, terawan dan rombongannya tidak diberikan masker.

            Setelah puas berkeliling dan menanyakan karyawan mana yang katanya terkena 2019-nCoV, Terawan menemui Sunarso. Pertemuan tersebut berlangsung hanya sekitar 10 menit. ”Saya di sini sengaja untuk mengecek apa yang terjadi. Ternyata tidak terjadi apa-apa,” katanya.

            Menurutnya karyawan tersebut hanya mengalami radang tenggorokan biasa. Tidak ada perawatan khusus. Hanya rawat jalan di RS Siloam.

            Meski demikian, Terawan menyatakan bahwa Kemenkes melakukan antisipasi menyebarnya virus ini. Langkah pertama adalah menemukan di pintu kedatangan wisatawan asing. Bisa bandara atau pun pelabuhan. Mengingat virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok, dan telah menyebar ke beberapa negara. ”Mereka yang dari Tiongkok maupun negara yang sudah ada kejadian virus tersebut, dideteksi. Kalau tidak ada demamnya, bisa dilihat dengan tanda lain. Peralatan di bandara siap,” ujarnya.

            Menurutnya yang perlu dilihat adalah riwayat perjalanan seseorang. Jangan sampai mereka yang tidak berpergian ke daerah yang terkena 2019-nCoV tapi mengalami demam sampai sesak napas, lantas dituduh memiliki penyakit tersebut. ”Berprilaku hidup sehat. Kalau sedang flu maka pakai masker,” ucapnya.

            Terpisah, Media Strategy PT. Huawei Tech, Christina Ou menjelaskan, kabar itu bermula usai adanya seorang karyawan yang datang dari Tiongkok. ”Seorang karyawan dari China yang mengunjungi kantor kami di Jakarta mengalami demam. Kami dengan tanggap telah mengantarkan karyawan tersebut segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit,” ujarnya.

            Hingga kemarin siang, Huawei menyebut bahwa belum dapat menyatakan apakah karyawan tersebut terjangkit Virus Corona atau tidak. Pihak Huawei baru akan mengabarkan usai menerima konfirmasi dari pihak rumah sakit selaku otoritas dalam bidang kesehatan.

            Adapun pembagian masker di kantor Huawei disebut merupakan bagian dari prosedur antisipasi. “Hal itu juga bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan di lingkungan kerja kami,” tutup Christina.

            Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Vensya Sitohang menyatakan untuk memeriksa awal memang sudah dilakukan. Namun bisa dimungkinkan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh Badan Litbang Kemenkes. Sebab hanya badan ini yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi 2019-nCoV. ”Baru akan komunikasi melalui Dinas DKI Jakarta ke Rumah Sakit Siloam,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *