1.180 Pengaduan Pidana Cyber Diterima Polda Papua

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Papua Kompol Cahyo Sukarnito didampingi Panit I Ditreskrimsus Polda Papua Iptu Aryanti Hubi dalam dialog Cyber Crime di Pro 1 RRI Jayapura, Kamis (23/1)

JAYAPURA-  Sepanjang tahun 2019 lalu, sebanyak 1.180 pengaduan pidana cyber yan diterima tim Cyber Ditreskrimsus Polda Papua. Ribuan aduan yang masuk didominasi kasus penipuan investasi online, jual beli online dan arisan online.

Jika dikalkulasikan, sebanyak 80%  terkait dengan penipuan online sekitar gabungan 20% terdiri dari ujaran kebencian pencemaran nama dan illegal access.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Papua Kompol Cahyo Sukarnito menyampaikan, ancaman tindak pidana cyber lebih tinggi. Dimana pencemaran nama baik dalam penerapan KUHP ancamannya 10-11 bulan tetapi terkait dengan penghinaan dan pencemaran nama baik di UU ITE ancamannya  4 tahun.

“Ilustrasinya seperti kalau di dunia nyata kita sampaikan seperti penghinaan itu begitu dilakukan yang tahu hanya forum-forum yang terbatas, tetapi dunia maya begitu kita share buat tulisan, suara, video, gambar itu kita tidak tahu tersebarnya tidak terbatas,” ucap Kompol Cahyo Sukarnito yang didampingi Panit I Ditreskrimsus Polda Papua Iptu Aryanti Hubi dalam dialog kegiatan Dialog Interaktif Polisi Menyapa dengan tema upaya kepolisian dalam mencegah kejahatan dunia maya atau Cyber Crime di Pro 1 RRI Jayapura, Kamis (23/1)

Terkait dengan itu Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama pemerintah sangat intens, sangat perhatian jadi diterbitkan undang-undang ITE yang ancamannya lebih tinggi untuk memberikan efek jera kepada para pelaku tindak pidana Cyber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *