Temukan Calon Istri saat Bekerja di Pabrik

Ponari bersama tunangannya, Zuroh

Hidup Ponari, Dukun Cilik Pemilik Batu Ajaib, Kini

Batu ajaib yang konon jatuh dari langit itu masih tersimpan baik. Sementara si empunya, Muhammad Ponari Rahmatullah, saat ini berusia 20 tahun. Setelah batunya tak lagi tenar, Ponari menjalani hidup seperti sebayanya. Tahun ini dia berencana menikahi sang pujaan hati.

I’ied Rahmat Rifadin, Jombang, Jawa Pos

’’Mboook, Mboook, aku oleh ndhog’e bledheg,’’ (nek, nenek, aku dapat telurnya petir) teriak Ponari kepada neneknya, Mbah Legi, suatu sore 11 tahun silam setelah bermain bersama teman-temannya di kebun belakang rumah. Mereka tinggal di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.

Ketika itu hujan turun sangat lebat. Beberapa kali bunyi petir memekakkan telinga di desa sebelah barat Kota Jombang tersebut. Ponari saat itu berusia 9 tahun. Duduk di bangku kelas III sekolah dasar.

Minggu sore lalu (19/1), dengan suara lirih, Mbah Legi menceritakan kejadian lampau itu kepada wartawan koran ini. Di tengah percakapan, perempuan yang lupa tanggal lahirnya tersebut berdiri, lantas mengajak keluar rumah untuk berdiri di teras.

’’Ya, di kebun belakang rumah gedek itu Ari (Ponari) nemu watu,’’ ucapnya dalam bahasa Jawa sambil menunjuk kebun yang ditumbuhi beberapa pohon pisang. Kira-kira hanya 50 meter dari tempatnya berdiri.

Mbah Legi lantas melanjutkan ceritanya. Ponari saat itu mengatakan ada batu yang tiba-tiba jatuh dari atas dan menimpa kepalanya saat bunyi petir menggelegar kencang. Ponari kemudian mengambil batu itu dan membawanya pulang untuk ditunjukkan kepada sang nenek.

Mbah Legi tak punya pikiran aneh-aneh. Dia meminta Ponari segera mandi. Malamnya, batu yang dibawa cucunya tersebut dia buang dengan dilemparkan begitu saja ke kebun kosong di depan rumah. ’’Lha kok ndilalah, paginya batunya ada di meja makan lagi,’’ ungkap Mbah Legi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *