SMPN 1 dan SDN Yabaso Siap Dipindahkan ke Lokasi Baru

Yed Y. Mokay (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sentani dan SD Negeri Yabaso siap dipindahkan ke lokasi yang baru. Saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura tengah membangun gedung baru untuk dua lembaga pendidikan tersebut di lokasi berbeda.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Y. Mokay mengatakan, dua lembaga pendidikan ini dipindahkan ke lokasi yang baru karena di lokasi sebelumnya yang terletak di kawasan Bandara Sentani akan dialihkan menjadi kawasan hijau.

“SMPN 1 Sentani dan SDN Yabaso siap dipindahkan, bangunannya sedang dikerjakan,” kata Ted Y. Mokay kepada wartawan di Sentani, Selasa (26/11).

Dia menjelaskan, untuk SMPN 1 Sentani akan dipindahkan ke Jalan Ifar Gunung, sedangkan SDN Yabaso akan dipindahkn di daerah Dunlop.

Sementara itu untuk penyerapan anggaran di dinas tersebut, kini sudah mencapai lebih dari 50 persen. Ini dipastikan akan mengalami peningkatan yang signifikan untuk beberapa hari kedepan, mengingat pihaknya sedang menuntaskan pembayaran administrasi seperti yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Mulai dari pembayaran kesejahteraan guru, baik ASN maupun tenaga kontrak mulai dari jenjang TK Paud, SD, SMP, termasuk guru guru yang bertugas di daerah terpencil.

“Kami juga kejar penyerapan dana BOS baik kabupaten maupun nasional,” katanya.

Dia menjelaskan, pada tahun ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura itu mendapat pagu anggaran Rp 80 miliar. Terbesar dana itu berasal dari BOS pusat senilai Rp 20 miliar. Hanya saja, mengenai dana itu tidak dikelola oleh dinas tersebut. Namun dicatat pada neraca keuangan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.

“Dana BOS pusat itu sekitar Rp 20 miliar, sifatnya kita tidak kelola. Dana itu masuk melalui provinsi kemudian ditransfer langsung ke rekening sekolah,” jelasnya.

Lanjut dia, pihaknya optimis penyerapan anggaran ini akan maksimal hingga Desember nanti. Pasalnya sebelum liburan yang dimulai sekitar 18 Desember 2019, semua hal yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran di instansi tersebut harus tuntas.

“Penyerapan hari ini kita sudah mencapai 50 persen, jadi yang kita bayar sekarang itu yang sedang kita selesaikan. Karena kami tidak bisa membayar, untuk yang bulan Desember di Oktober. November ini sudah kita siapkan. Sehingga sekali bayar maka penyerapannya akan melonjak naik,”bebernya.

Kendati demikian, lanjut dia, untuk penyerapan anggaran yang bersumber dari APBD sebenarnya sudah melebih prsentase tersebut. Menurutnya, rendahnya penyerapan ini lebih dipengaruhi oleh adanya anggaran dana BOS pusat yang ikut tercatat dalam neraca anggaran di dinas tersebut.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *