14 Terdakwa Dituntut 8 Bulan Penjara

14 terdakwa, saat melakukan foto bersama dengan Penasehat Hukum (PH) Terdakwa, usai mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Rabu (22/1) kemarin. (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Sidang lanjutan kasus kerusuhan Jayapura yang terjadi pada tanggal 29 Agustus 2019 kembali lagi disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Rabu (22/1).

Sidang ini dipimpin langsung oleh Majelis Hakim Ketua Maria Magdalena Sitanggang, SH, MH, bersama Majelis Hakim Anggota I, Muliyawan, SH, MH, dan Abdul Gafur Bungin, SH dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam surat tuntutan yang dibacakan oleh JPU, Andreas Tomana, SH, MH, menyebutkan bahwa 14 terdakwa masing-masing bernama Dorti Kawena, Yali Loho, Pandra Wenda, Yoda Tabuni, Perius Entama, Agustinus Mohi, Ronal Wandik, Mikha Asso, Persiapan Kogoya, Jhony Weya, Yusuf Marthen Moay, Helo Hubi, dan Aris Asso dinyatakan terbukti melanggar Pasal 170 Ayat 1, sehingga dituntut 8 buan penjara.

14 terdakwa dinyatakan secara sah terbukti melanggar Pasal 170 Ayat 1, tentang Pengrusakan, sehingga dituntut 8 bulan penjara,” kata JPU dalam surat tuntutan yang dibacakan didepan Majelis Hakim dan Penasehat Hukum terdakwa serta 14 terdakwa.

Menanggapi tuntutan JPU, Tim Advokat untuk Orang Asli Papua (OAP), Sugeng Teguh Santoso mengatakan, bahwa 14 terdakwa yang disidangkan hari ini (kemarin-red) dikenakan pasal pengrusakan barang bersama-sama.   “14 terdakwa ini mereka dikenakan pasal merusak barang bersama sama,” kata Suggeng.

Oleh karena itu, Suggeng, mengatakan pihaknya akan menyiapkan surat pembelaan kepada terdakwa, karena menurutnya para terdakwa ini bersalah dan tidak terbukti melakukan tindak pidana seperti yang dituntut oleh JPU. “Kami akan membuat pembelaan bersama sama. Banyak hal yang akan kami ungkit bahwa banyak hal yang diungkap karena dihukum dengan pasal 170,” ujarnya.

Sidang akan dilanjutkan lagi pada hari Rabu (29/1) minggu depan dengan agenda surat pembelaan dari Penasehat Hukum (PH) Terdakwa. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *