Pemilik Hak Ulayat Palang Lokalisasi  Yobar 

Pintu masuk Lokalisasi Yobar  yang dipalang  oleh pemilik hak ulayat,  Selasa (21/1).  (Sulo/Cepos)

MERAUKE-  Pemilik hak ulayat   melakukan  pemalangan   terhadap Lokalisasi    Yobar , yang berada di jalan Arafura  Yobar, Kelurahan Samkai  Merauke,   Selasa (21/1).

  Pemalangan  dilakukan  dengan cara memasang sasi  adat berupa daun  kelapa muda di pintu masuk dan  tiang-tiang barak yang ada di dalam lokalisasi   tersebut. Tak hanya itu,   papan  nama pengumuman yang dipasang   dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten  Merauke bahwa tanah  tersebut merupakan milik Pemerintah   Kabupaten  Merauke dicabut.

   Sementara  itu di pagar pintu masuk  dipasang sebuah  pamlet  yang  berisikan tulisan  warna merah, ini tanah kami hak kami sampai kapan kami terus ditindas.  Tuntutan  hak  ulayat  ini dilakukan oleh Linus Samkakai.

   Ditemui  di TKP, Hengky  Ndiken   yang sama-sama  ikut mendampingi  pemilik hak  ulayat tersebut mengungkapkan,  mengungkapkan  bahwa pemalangan yang dilakukan   ini karena masyarakat adat juga ingin  diberikan perhatian.   ‘’Tidak  ada pikiran lain  untuk menghentikan semua kegiatan   yang ada di lokalisasi Yobar. ‘’Kalau mereka ini  (mucikari dan PSK,red)  bisa cari makan di sini,  masak mereka  (pemilik hak ulayat,red) hanya    jadi penonton. Ini  hal yang sangat melecehkan bangsa ini. Karena itu  kita  datang ini  harus  kejar mencari kebenaran dan mencari solusinya. Kalau sudah ada kesempakatan, saya    pikir  tidak ada  persoalan,’’ kata mantan  anggota  DPRD Kabupaten Merauke ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *