Tidak Ada Hukuman Mati Dalam Rumusan Pasal 106 KUHP

Tujuh tahanan politik (tapol) dengan dugaan kasus makar, berfoto bersama dengan Komnas HAM Papua di Kalimantan Timur belum lama ini.

JAYAPURA- Tindak pidana makar diatur dalam beberapa pasal dalam Kita Umum Hukum Pidana (KUHP), salah satunya adalah Pasal 106 KUHP. Dalam rumusan Pasal 106 menyebutkan bahwa makar atau sebagian wilayah negara jatuh ke tangan musuh atau memisahkan sebagian dari wilayah negara, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Berdasarkan rumusan Pasal 106 KUHP diatas, maka Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua, Emanuel Gobay, SH, MH, mengatakan secara tegas yang dimaksudkan dengan sanksi disebutkan pada kalimat diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama 20 tahun penjara.

“Dari kalimat tersebut tidak terlihat adanya kalimat hukuman mati, maka dengan demikian sudah dapat disimpulkan bahwa tidak ada hukuman mati dalam rumusan Pasal 106 KUHP,” kata Emanuel melalui pesan tertulis yang diterima cenderawasih pos, Sabtu (18/1).

Namun demikian, kata Emanuel, masyarakat umum, khususnya keluarga tahanan politik (tapol) Papua dikejutkan dengan pemberitaan di salah satu media online berjudul Diadili di Kalimatan, Tujuh Perusuh Papua Terancam Hukuman Mati yang diposting pada 16 Januari 2020 lalu yang disampaikan oleh Kejati Papua melalui salah satu media online tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *